Mobilinanews (Jakarta) - Pernah bertanya-tanya mengapa jalan tol di malam hari sering terasa lebih gelap dibandingkan jalan umum lainnya? Bukan karena pemerintah pelit anggaran atau lalai dalam pengelolaan, tapi justru karena hal ini diatur dan diterapkan berdasarkan standar internasional desain jalan.
Melalui unggahan resmi akun Instagram @pupr_bpjt milik Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, terungkap beberapa alasan teknis dan fungsional mengapa penerangan jalan umum (PJU) di tol dirancang tidak terlalu terang. Simak fakta-fakta berikut ini:
Lampu penerangan jalan di tol tidak dipasang secara merata seperti di jalan kota karena mengikuti Standar Internasional Road Design. PJU umumnya hanya dipasang di:
Daerah rawan kecelakaan atau gangguan keamanan (black spot)
Sekitar gerbang tol (GT)
Simpang susun atau interchange
Tol dalam kota
Dengan demikian, penerangan difokuskan hanya di titik-titik strategis dan rawan, bukan menyeluruh seperti pada jalan arteri.
Setiap tiang PJU tidak boleh dipasang sembarangan. Ada jarak minimal antar tiang, yakni sekitar 30 meter, dengan tinggi tiang mencapai 12–13 meter.
Kombinasi antara jarak dan tinggi tiang inilah yang menyebabkan intensitas cahaya tampak redup atau remang, terutama di area antar-tiang. Ini bukan kekurangan, melainkan hasil dari perhitungan teknis agar cahaya cukup tanpa menciptakan silau yang membahayakan.
Penerangan di jalan tol diaktifkan sejak pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB dengan tingkat pencahayaan maksimal 100 persen. Artinya, meskipun terlihat remang-remang, intensitas pencahayaan sebenarnya sudah berada pada tingkat tertinggi sesuai standar.
Operasional PJU bisa dikendalikan secara manual oleh petugas maupun otomatis lewat timer switch. Ini dilakukan untuk menjaga efisiensi dan memastikan pencahayaan sesuai waktu operasional.
Dengan sistem ini, lampu dapat menyala dan padam secara konsisten tanpa ketergantungan pengawasan terus-menerus, sekaligus menghemat konsumsi energi listrik.
Menariknya, banyak PJU di jalan tol kini mengandalkan solar cell atau panel tenaga surya. Sistem ini memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama, menjadikan penerangan lebih ramah lingkungan dan hemat energi jangka panjang.