F1 2025 Meksiko: Wow...Wow! Makin Mencekam di Puncak Klasemen. 2 Driver McLaren Dipisahkan Hanya Sebiji Angka. Max Verstapen Tetap Punya Celah

Senin, 27/10/2025 06:47 WIB
Rulin purba


Lando Norris dengan latar belakang Charles Leclers dan Max Verstappen di panggung GP Meksiko. (Foto: f1)
Lando Norris dengan latar belakang Charles Leclers dan Max Verstappen di panggung GP Meksiko. (Foto: f1)

mobilinanews (Meksiko) - Dipastikan sisa balapan F1 tahun ini tak hanya panas, tapi membara. Terutama pada race terdekat di GP Brasil pekan  depan yang juga mengumbar poin ekstra di sesi sprint race.

Potensi itu dijanjikan oleh hasil raceday GP Meksiko di Autodromo Hermanoz Rodriguez pada Minggu (26/10) siang waktu lokal atau Senin (27/10) subuh WIB.

Tak lain karena Lando Norris (McLaren) tampil gemilang mulai dari start hingga finish. Driver Inggris ini meraih poin penuh, 25. Rival utamanya dalam perburuan gelar, Oscar Piastri, hanya mampu finish di peringkat 5 dengan ganjaran hanya 10 poin.

Keuntungan 15 angka itu membuat Norris langsung menyalip rekannya yang sejak awal musim memimpin klasemen pembalap .

Masuk Meksiko, Piastri masih unggul 14 poin. Keuntungan 15 angka di Meksiko, membuat Norris menjadi pemimpin baru klasemen pembalap dengan selisih hanya 1 angka. Masing-masing mengoleksi total poin 357 dan 356.

Max Verstappen (Red Bull Racing) yang finish ke-3 di belakang Norris dan Charles  Leclerc (Ferrari) masih punya asa dalam perburuan gelar 2025 dengan total poin 321. Terpaut 36 dan 35 poin dari pesaingnya, kesempatan masih membentang di sisa balapan tahun ini di Brasil, Las Vegas, Qatar dan Abu Dhabi dengan dua sesi sprint sebagai tambahan.

Jalannya balapan berdurasi 71 laps, seperti prediksi sebelumnya, berlangsung dramatis selepas start. Lima pembalap 'sangar' macam Norris, Lecrec, Verstappen, Lewis Hamilton (Ferrari) dan George Russell (Mercedes) langsung adu sprint dan adu sprint menuju tikungan pertama. Empat joki pertama masuk bareng zona pengereman.

Manuver Norris dan Leclerc bersih. Beda dengan Verstappen versus Hamilton. Dua-duanya super agresif.  Hamilton yang mengincar podium perdananya di Ferrari bertahan dari serangan lawan yang start dari belakangnya. Ia wheel to wheel dengan musuh lamanya itu, mengingatkan rivalitas sangat panas mereka pada musim 2021. 

Senggolan pun tak terhindarkan. RB21 milik Verstappen tak diberinruang dan  terdorong ke jalur rumput. Tak ada penalti.

Sejurus kemudian, Hamilton yang nyelonong ke rerumputan dan masuk lintasan lagi di depan Verstappen. Artinya, ia motong jalur dan karena itu kena hadiah hukuman 10 detik. Maka sejak momen itu harapannya meraih podium langsung sirna.

Di bagian lain, Piastri yang memulai start dari P7, harus ekstra hati-hati menghadapi para pembalap medioker agar tak terlibat crash yang bakal sangat merugikan. Ia, misalnya, terhalang dan akhirnya tak mampu melewati pembalap muda Haas, Oliver Bearman, untuk meraih posisi finish ke-4. Ini adalah posisi terbaik Bearman dan pantas ia perjuangkan habis-habisan.

Pada satu momen, Piastri juga ogah dekat-dekat dengan rekan setim Verstappen di RBR, Yuki Tsunoda. Mungkin jaga-jaga, siapa tahu ada skenario RBR memanfaatkan Tsunoda untuk bantu hadang dirinya.

Piastri, seperti biasanya, menunjukkan sikap tenang dengan situasi yang ia hadapi. 

"Sepanjang balapan saya selalu berada tepat di belakang seseorang. Mendapat kesulitan dengan udara kotor dari mobil.mereka.  Bagi saya, hal terpenting adalah mempelajari hal-hal yang ingin saya pelajari. Kemarin jelas ada beberapa hal yang perlu saya ubah tentang cara mengemudi. Terutama  ketika rekan setim Anda lebih kencang. Saya harus mengemudi dengan sangat berbeda. Rasanya aneh untuk memahami hal itu, karena beberapa akhir pekan terakhir mobil atau ban saya  membutuhkan cara mengemudi yang berbeda," kata pembalap berdarah campuran Australia dan China itu kepada media resmi F1 seusai balapan.

Tentu saja sebaliknya dengan Norris yang bermain gemilang dengan taktik 1 pitstop untuk 71 laps durasi lomba sementara Piastri gunakan dua kali penghentian.

"Saya bahagia, saya bahagia!" ucapnya setiba di parc ferme, jelang naik podium, maupun pada acara sesi wawancara dengan media.

"Sepanjang pekan ini saya hanya fokus pada diri sendiri. Menundukkan kepala dan persiapkan diri sebaik mungkin," imbuhnya.

Norris menyebut prosesi start ke tikungan 1 adalah bagian awal yang menuntunnya meraih kemenangan dan bersyukur bisa melewati momen itu dengan mulus. 

Dengaan gap hanya sebiji poin, dipastikan pertarungannya dengan Piastri bakal lebih panas lagi karena hal itu mendapat restu dari petinggi tim McLaren. Tak ada team order seperti kebijakan tim sejak awal.

"Lando dan Oscar bebas fight satu sama lain, sampai pada titik dimana salah satu sudah benar-benar tak lagi berpeluang meraih gelar," tegas Team Principal McLaren Andrea Stella.

Wah, jadi tak sabar menanti pertarungan macam apa yang mereka sajikan pada seri Brasil, 7-9 November nanti. Dan, seperti apa pula pengejaran Verstappen? (r)

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini