Indonesia Guncang Baja 1000, Tb Adhi Bersama TGRI Hadapi Tantangan 1.600 Km `One Shot` Tanpa Henti!

Sabtu, 15/11/2025 08:42 WIB
bagas


Tb Adhi dan Ikuo Hanawa - TGRI - Baja 1000 2025 (Foto: Score)
Tb Adhi dan Ikuo Hanawa - TGRI - Baja 1000 2025 (Foto: Score)

Mobilinanews (Meksiko) - Indonesia kembali mengukir jejak di kancah balap gurun dunia. Pembalap senior, TB Adhi, siap menghadapi salah satu balapan off-road paling brutal dan bergengsi di dunia yaitu, World Desert Race Event Baja 1000 2025.

Ajang yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-58 tersebut akan menguji ketahanan ekstrem baik pengemudi, navigator, dan tentunya juga kendaraannya. Dalam hal ini TB Adhi turun bersama tim Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) dan TCD Asia Pacific Indonesia.

Tim Indonesia menurunkan satu unit mobil Toyota Fortuner yang akan berlaga di Class 3. Baja 1000 edisi ke-58 ini diikuti oleh hampir 250 peserta dari 21 negara, menjadikannya panggung persaingan global yang sangat sengit.

Berbeda dengan balapan reli yang terbagi dalam beberapa etape, Baja 1000 menyajikan tantangan yang unik dan tanpa ampun. TB Adhi mengungkapkan bahwa lintasan sepanjang 1.000 mil (sekitar 1.600 km) harus ditempuh dalam sekali jalan (one shot).

"Sejauh 1000 miles atau kurang lebih 1600 km lintasannya ini tidak terbagi dalam etape-etape. Jadi memang langsung one shot artinya kita akan jalan mulai start sampai finish langsung dikebut 1600 km," jelasnya kepada Mobilinanews, Jumat (14/11/2025).

Tantangan utama dalam Baja 1000 kali ini bukanlah trek yang se-ekstrim Baja 500, melainkan masalah endurance dari pengemudi dan kendaraan. Meskipun tak seintens Baja 500, lintasan 1.600 km ini dipenuhi jebakan-jebakan yang menuntut fokus dan akurasi tinggi.

Mengingat banyaknya jebakan tersembunyi, peran navigator menjadi sangat krusial. Sistem navigasi yang digunakan serupa dengan Reli Dakar, berupa aplikasi tablet berbasis GPS yang menampilkan catatan lokasi berbahaya (notes) dari pihak penyelenggara.

Sistem pemantauan (tracking monitor system) juga terbilang canggih. Pihak penyelenggara dapat memantau setiap pergerakan peserta secara real-time, termasuk batas kecepatan, kesalahan jalur, hingga insiden tersesat.

TB Adhi didampingi oleh dua co-driver dan navigator handal, Ikuo Hanawa dan Hirokazu. Strategi utama mereka adalah bergantian menyetir di setiap pit stop yang berjarak sekitar 200 miles atau sekitar 300 km.

Menjelang 300 mil terakhir sebelum finish, Toshio Obara sebagai pimpinan rombongan tim juga dijadwalkan akan masuk ke dalam kendaraan. TB Adhi percaya bahwa dukungan mekanik menjadi salah satu kekuatan tim dalam menyelesaikan kompetisi.

Oleh karena itu, mereka menggunakan kru gabungan yang masif, mayoritas terdiri dari kru profesional Amerika Serikat yang dipimpin oleh Jason dan sudah terbiasa menangani event sebesar ini. Tim Amerika ini berperan sebagai chase car yang melayani pit stop berjalan.

"Kru Amerika ini dipimpin oleh Jason dari USA dan mereka juga memegang banyak kendaraan peserta juga disini sehingga kita memiliki tim yang sangat besar, kru yang sangat banyak," ujar TB Adhi.

“Selain itu, empat orang mekanik dan engineer langsung dari Jepang turut bergabung untuk mengawal performa Fortuner di ajang balap gurun 24 jam non-stop ini,” ungkap pereli yang akrab dijuluki sebagai ‘Si Raja Jeep’ tersebut.

Kendati demikian, dengan persiapan matang dan dukungan tim raksasa, TB Adhi dan Toyota Gazoo Racing Indonesia siap membuktikan ketangguhan mental dan mesin Indonesia di jantung gurun Baja California.

Tag

Terpopuler

Terkini