Dari Stratos hingga Ypsilon: Mengungkap Kisah Lancia, Raja Reli Abadi yang Siap Kembali ke Lintasan!

Selasa, 25/11/2025 11:32 WIB
bagas


Lancia 037 Rally (Foto: Lancia)
Lancia 037 Rally (Foto: Lancia)

Mobilinanews (Jakarta) - Di antara deretan nama pabrikan yang merajai panggung Kejuaraan Reli Dunia alias FIA World Rally Championship (WRC)Lancia berdiri sebagai sebuah ikon dengan warisan yang tak tertandingi.

Mereka tidak hanya berhasil memenangkan gelar, merek ikonik asal Italia ini telah mendefinisikan ulang makna mobil reli dengan inovasi dan desain yang berani dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Perjalanan heroik Lancia baik di lintasan balap gravel, tarmac, maupun salju adalah sebuah epik kecepatan yang puncaknya ditandai dengan 10 gelar konstruktor, sebuah rekor yang masih bertahan hingga saat ini.

Era Emas

Kisah ini bermula dengan sebuah mesin puritan yang lahir murni untuk menguasai Grup 4 lewat Lancia Stratos HF. Diperkenalkan pada awal tahun 1970-an, Stratos adalah manifestasi radikal dari filosofi balap, meninggalkan konsep sedan konvensional.

Lancia Stratos HF (Foto: Lancia)

Tubuhnya yang berbentuk baji tajam didukung oleh mesin mid-mounted V6 2.4 liter, yang dipinjam dari Ferrari Dino. Dalam konfigurasi balapnya, mesin ini mampu menyemburkan tenaga sekitar 275 hingga 320 HP.

Dengan bobotnya yang sangat ringan, hanya sekitar 980 kg, dan jarak sumbu roda yang pendek, Stratos adalah senjata yang gesit dan ganas, mendominasi dan meraih tiga gelar konstruktor berturut-turut antara tahun 1974 hingga 1976.

Mengikuti jejak sang baji, Lancia memasuki era Grup B yang terkenal liar dengan Lancia 037 Rally. Mobil ini diluncurkan pada awal tahun 1980-an sebagai salah satu dari sedikit mobil penggerak roda belakang yang berani menentang dominasi penggerak empat roda.

Lancia 037 Rally ditenagai oleh mesin mid-mounted empat silinder segaris 2.0 liter supercharged. Berbeda dari pendahulunya, Lancia memilih supercharger alih-alih turbocharger untuk respons gas yang instan, menghasilkan tenaga 325-350 HP.

Lancia 037 Rally (Foto: Lancia)

Dengan bodi serat kaca yang ringan dan fokus pada keseimbangan yang presisi, mobil ini berhasil merebut gelar konstruktor tahun 1983, menjadi mobil penggerak dua roda terakhir yang mencapai prestasi tersebut di WRC.

Namun, supremasi sejati Lancia baru tercipta setelah transisi dari era Grup B yang tragis ke regulasi Grup A yang lebih ketat, dan disinilah sang legenda sejati dilahirkan dengan model Lancia Delta Integrale.

Berbasis dari sedan hatchback keluarga, Delta menjelma menjadi monster penggerak empat roda yang hampir tak terkalahkan. Jantungnya adalah mesin empat silinder segaris turbocharged 2.0 liter, yang secara konsisten menghasilkan tenaga di atas 300 HP.

Namun yang membuatnya istimewa adalah sistem penggerak empat roda simetris yang legendaris, memberikan traksi tak tertandingi di permukaan apa pun. Model ini juga hadir dengan beberapa varian seperti Delta HF Integrale 16V dan Delta HF Integrale Evoluzione.

Lancia Delta Integrale (Foto: Lancia)

Dengan bobot di kisaran 1.200 kg dan transmisi yang sangat andal, Delta Integrale menjadi simbol dominasi Lancia. Sejak kemunculannya pada tahun 1987 hingga 1992, mobil ini meraih 6 gelar konstruktor WRC berturut-turut.

Lahirnya Generasi Baru

Setelah absen selama beberapa dekade, Lancia kini mengumumkan kebangkitannya di arena reli yang membesarkan namanya melalui dua model balap berbasis Ypsilon yang ambisius, yang didukung langsung oleh divisi balap Lancia Corse HF.

Model pertama adalah Lancia Ypsilon Rally 4 HF, sebuah mobil entry-level yang dirancang untuk menarik generasi pembalap muda. Mobil ini menggunakan mesin pembakaran internal yang tangguh: unit tiga silinder segaris 1.2 liter turbocharged.

Dalam spesifikasi Rally 4, mesin front-wheel-drive ini menghasilkan daya impresif sekitar 212 HP. Untuk memaksimalkan performa dan kontrol di lintasan, Ypsilon Rally 4 HF dilengkapi dengan transmisi sekuensial 5-percepatan dan diferensial selip terbatas mekanis.

Lancia Ypsilon Rally2 HF Integrale (Foto: Lancia)

Selangkah lebih jauh, Lancia juga memperkenalkan Ypsilon Rally2 HF Integrale, sebuah mobil yang disiapkan untuk kembali berkompetisi di level yang lebih tinggi, seperti Kejuaraan Reli Eropa atau European Rally Championship (ERC) dan WRC2.

Dengan mesin berkapasitas 1.6 liter turbocharged dan, yang paling penting, sistem all-wheel-drive yang dikembangkan sesuai regulasi Rally2, nama "Integrale" kembali hidup untuk menantang gelar kejuaraan reli dunia mulai tahun 2026 mendatang.

Dari Stratos hingga Ypsilon, setiap mobil Lancia adalah babak baru yang menunjukkan bagaimana merek ini beradaptasi dengan regulasi baru sambil tetap mempertahankan semangat balap, desain khas Italia dan komitmen terhadap High Fidelity (HF) performa. 

Lancia kini tidak hanya menghormati masa lalu, tetapi secara aktif membangun masa depan kejayaan mereka di lintasan reli. Ya, seperti diungkap sebelumnya, Lancia Ypsilon akan segera berkompetisi di ajang WRC2 tahun depan!

Tag

Terpopuler

Terkini