Mobilinanews (Jakarta) - Federasi Otomotif Internasional (FIA) secara resmi menyibak tabir masa depan kejuaraan reli paling bergengsi di dunia.
Melalui peluncuran konsep mobil terbarunya, FIA memperkenalkan regulasi WRC27, sebuah cetak biru ambisius yang dirancang untuk mengubah wajah World Rally Championship (WRC) mulai tahun 2027.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk penyegaran visual, melainkan sebagai upaya radikal dalam menyeimbangkan antara performa ekstrem, keselamatan mutakhir, dan efisiensi biaya yang selama ini menjadi tantangan besar bagi para pabrikan.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa regulasi WRC27 adalah titik balik krusial bagi sejarah reli dunia. Menurutnya, kerangka kerja baru ini berfokus pada tiga pilar utama, pengendalian biaya, keberlanjutan lingkungan, dan aksesibilitas.

“Konsep Rally1 2027 ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi masa depan dapat selaras dengan kebutuhan industri yang lebih inklusif,” ungkap Mohammed Ben Sulayem dalam keterangan resminya, Selasa (23/12/2025).
“Meski melakukan efisiensi besar-besaran, FIA menjamin bahwa tontonan mendebarkan dan tantangan teknis yang menjadi jati diri reli level tertinggi tidak akan hilang,” sambungnya.
Salah satu perubahan paling revolusioner terletak pada desain bodi dan fleksibilitas konstruksi. Berbeda dengan era sebelumnya yang mewajibkan mobil reli berbasis langsung dari model produksi massal, WRC27 memperkenalkan konsep reference volume.
Aturan ini memberikan ruang bagi para konstruktor untuk berkreasi lebih bebas dalam dimensi tertentu, baik itu mengadaptasi bentuk mobil jalan raya maupun menciptakan desain konsep reli yang orisinal.
Guna menekan biaya riset, perangkat aerodinamika pun disederhanakan tanpa mengurangi estetika gahar khas mobil WRC. Di balik panel bodinya, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas tanpa kompromi.
Mengandalkan struktur sel keselamatan rangka tabung atau tubular frame yang merupakan evolusi dari mobil Rally1 2022, FIA telah melakukan simulasi dan uji tabrak prototipe secara ekstensif.

Struktur ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pereli dari benturan samping, depan, atas, maupun belakang, namun dengan proses manufaktur yang jauh lebih sederhana dan murah dibandingkan generasi saat ini.
Kejutan besar lainnya muncul dari klasifikasi peserta. Mulai tahun 2027, FIA menghapus batasan kaku antara pabrikan besar (OEM) dan bengkel balap independen (Tuner). Keduanya kini dipersatukan dalam definisi tunggal sebagai "Konstruktor".
Hal ini membuka pintu lebar-lebar bagi entitas di luar raksasa otomotif untuk merancang, membangun, dan meng-homologasikan mobil mereka sendiri yang akan mempertemukan teknologi pabrikan dengan kreativitas tim independen di level tertinggi.
Dari sisi teknis, jantung pacu WRC27 akan ditenagai oleh mesin 1.6 liter turbocharger yang menghasilkan tenaga sekitar 290 HP. Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem penggerak empat roda dengan transmisi lima percepatan.
Untuk menjaga persaingan tetap kompetitif namun terjangkau, sistem suspensi menggunakan konfigurasi double wishbone, sementara pengereman dan kemudi mengadopsi spesifikasi Rally2 yang sudah teruji keandalannya.
Pendekatan ini bertujuan mempersempit celah performa antara kategori utama dan kategori di bawahnya, sekaligus memudahkan pembalap muda bertransisi ke mobil kasta tertinggi tanpa perlu pengujian yang terlalu rumit.

Isu biaya yang selama ini menjadi penghalang masuknya peserta baru turut dipangkas drastis. FIA menetapkan pagu harga maksimal untuk satu unit mobil sebesar €345.000 (sekitar Rp5,9 miliar) atau berkurang lebih dari 50% dibanding harga mobil saat ini.
Selain harga unit, biaya operasional harian juga ditekan melalui pembatasan jumlah personel tim, logistik yang lebih ramping, serta optimalisasi konektivitas data untuk dukungan teknis jarak jauh.
Peter Thul, Direktur Olahraga Promotor WRC, menyambut optimis perubahan besar ini. Ia yakin bahwa fokus pada keterjangkauan harga akan menarik minat lebih banyak merek otomotif global untuk kembali berlaga di hutan dan jalanan bersalju WRC.
“Dengan fleksibilitas mesin yang juga memungkinkan penggunaan bahan bakar berkelanjutan serta adaptasi teknologi alternatif di masa depan, tahun 2027 diyakini akan menjadi fajar baru bagi era keemasan reli dunia,” pungkasnya.