mobilinanews (Inggris) - Mulai musim 2026 Toyota menjadi title sponsor tim Haas dengan mengedepankan Toyota Gazoo Racing (TGR). Ini bisa jadi jalan kembalinya driver Jepang ke F1.
Haas tetap gunakan mesin Ferrari hingga musim 2028 sesuai kontrak. Toyota sendiri menjadi mitra teknis Haas di luar urusan mesin. Toyota akan membentuk tim R&D, aerodinamika dan aspek teknis lainnya di luar mesin.
Tapi, tak berarti itu adalah bagian dari rencana Toyota kembali ke F1 menjadi tim sendiri dengan mesin sendiri.
Hal itu dibantah oleh Team Principal Haas Ayao Komatsu.
"Sangat mudah untuk mengatakan hal itu. Tapi, antara Akio (Chairman Toyota Motor Corporation Akio Toyoda) dan saya sangat jelas bahwa tujuan kemitraan ini adalah membangun dan mengembangkan organisasi dan orang-orang yang kompetitif.
"Bagi Toyota Motor Corporation, ini bukan hanya untuk balap. Tetapi juga untuk orang-orang yang mereka latih dan kembangkan yang suatu hari nanti diharapkan menjadi manajer senior, atau manajemen puncak di TMC, dengan pola pikir internasional, pola pikir kompetitif," ucap Komatsu kepada media racingnews.
Tapi, ia menyebut timnya siap menggunakan pembalap Toyota dalam line-up Haas di masa depan.
"Itu bagian dari pengembangan orang per orang tadi. Salah satu dari beberapa tujuan Toyota adalah memiliki pembalap yang kompetitif," katanya.
"Tolok ukurnya adalah performa, itu faktor utama. Siapa pun pembalap yang masuk mobil kami haruslah terpilih berdasarkan performanya. Saya dan Akio setuju hal itu. Jangan sampai terkesan Toyota membeli kursi pembalap."
Tahun depan Haas masih diperkuat oleh Oliver Beraman dan Esteban Ocon. (r)