Mobilinanews (Jakarta) - Setelah melewati musim 2025 yang penuh dengan dinamika dan tantangan, Hyundai Shell Mobis World Rally Team kini menatap kalender FIA World Rally Championship (WRC) 2026 dengan misi merebut seluruh tiga gelar juara dunia.
Memasuki musim ke-13 dalam kompetisi balap reli kasta tertinggi ini, pabrikan asal Korea Selatan tersebut tampil dengan struktur organisasi yang lebih segar dan pola pikir yang jauh lebih tajam demi mendominasi podium tertinggi.
Demi mewujudkan target ambisius itu, Hyundai menurunkan tiga unit mobil Hyundai i20 N Rally1 di setiap putaran musim ini yang secara visual, mobil ini akan tampil mencolok dengan livery baru yang tetap didominasi warna khas Performance Blue dan Active Red.
Desain tahun ini bukan sekadar estetika, melainkan sebuah penghormatan bagi warisan balap Hyundai di Nürburgring dan pusat riset mereka di Namyang. Beberapa desain khusus juga direncanakan akan muncul pada seri-seri tertentu.
Strategi tim masih mengandalkan konsistensi dua kru tetap, sementara kursi pada mobil ketiga akan diisi secara bergantian oleh para pereli spesifik yang dipilih berdasarkan keahlian mereka pada medan tertentu serta rekam jejak pengalaman yang tak terbantahkan.

Thierry Neuville dan Martijn Wydaeghe kembali menjadi ujung tombak utama tim. Bagi Neuville, ini merupakan tahun ke-13 kebersamaannya dengan Hyundai Motorsport, sebuah loyalitas yang jarang ditemukan di dunia balap.
Menemani mereka secara permanen adalah pasangan Adrien Fourmaux dan Alexandre Coria yang memasuki musim kedua bersama tim. Setelah tampil impresif dengan empat podium tahun lalu, duet Prancis ini kini membidik kemenangan perdana mereka di WRC.
Guna melengkapi kekuatan tim, mobil ketiga akan diisi oleh tiga nama besar. Dani Sordo dan Cándido Carrera kembali untuk memperkuat tim pada lintasan gravel, berbekal pengalaman Sordo yang telah mengoleksi puluhan podium selama hampir dua dekade.
Selain itu, Esapekka Lappi dan Enni Mälkönen juga kembali ke jajaran utama setelah sukses menjuarai Kejuaraan Reli Finlandia tahun lalu. Kehadiran Mälkönen juga menjadi catatan sejarah penting sebagai satu-satunya navigator wanita di kategori Rally1 musim ini.
Melengkapi formasi bintang tersebut, Hayden Paddon dan John Kennard akhirnya kembali ke level tertinggi WRC untuk pertama kalinya sejak 2017, membawa modal besar berupa gelar juara European Rally Championship dua tahun berturut-turut.
Presiden dan Team Principal Hyundai Motorsport, Cyril Abiteboul, mengakui bahwa tantangan dari kompetitor seperti Toyota akan tetap berat, namun dengan evolusi mobil yang lebih matang melalui program pengujian yang teliti, ia sangat optimis.

"Kami kembali musim ini dengan determinasi dan semangat juang yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Target kami adalah menutup tahun dengan meraih ketiga gelar juara dunia,” ungkapnya dalam siaran resminya, Sabtu (17/1/2026).
“Persaingan dari Toyota akan kembali sengit, namun saya benar-benar percaya bahwa kami memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk mencapai target kami. Berbagai penyempurnaan yang sangat terfokus telah kami terapkan,” tegas Abiteboul.
Abiteboul menekankan bahwa kembalinya formasi pengemudi berpengalaman seperti Paddon, Sordo, dan Lappi bukan soal keterampilan teknis, melainkan tentang membangun mentalitas tim yang positif dan tangguh untuk menghadapi segala rintangan di lintasan.
“Dari perspektif taktis, kami kembali ke pengaturan yang terbukti sukses pada tahun 2024, yakni melalui sistem rotasi pada mobil ketiga yang dipadukan dengan performa solid yang kami harapkan dari Thierry dan Adrien,” tambahnya.
“Dengan kembalinya Hayden, Dani, dan Esapekka, kami tidak hanya menyambut kembali keahlian dan pengalaman mereka, tetapi juga pola pikir tim yang positif dan kembali bergairah,” tutup Cyril Abiteboul.
Dalam kesempatan yang sama, Thierry Neuville turut menyuarakan optimisme serupa dengan menyebutkan bahwa kembalinya rekan-rekan lamanya menciptakan lingkungan tim yang sangat solid dan familiar.

Baginya, kolaborasi yang sudah terjalin bertahun-tahun dengan Hyundai adalah modal utama untuk bertarung di baris depan. Neuville kini hanya fokus pada satu titik akhir: berdiri di putaran final musim ini sebagai penantang utama gelar juara dunia.
"Saya telah bersama Hyundai selama bertahun-tahun sekarang, kami selalu berkolaborasi dengan baik, dan telah melewati musim-musim yang menyenangkan saat berjuang dan memenangkan kejuaraan bersama,” tuturnya.
“Kami memiliki jajaran pengemudi yang kuat sekarang dengan EP (Esapekka), Dani, dan Hayden yang berbagi mobil ketiga. Hal yang paling saya nantikan adalah putaran terakhir tahun ini saat di mana kami bertarung memperebutkan gelar juara dunia,” pungkasnya.
Kendati demikian, dengan komposisi tim yang memadukan loyalitas, talenta muda, dan kembalinya para veteran berpengalaman, Hyundai Shell Mobis World Rally Team kini berada di posisi terkuatnya.
Musim 2026 bukan sekadar ajang pembuktian kecepatan bagi pabrikan Korea ini, melainkan sebuah pernyataan ambisi untuk mengakhiri dominasi lawan dan mengukuhkan nama Hyundai di puncak tertinggi reli dunia.