Dakar 2026: Rekor Selisih Waktu Tertipis Sepanjang Sejarah, Luciano Benavides Rebut Takhta RallyGP dari Honda

Sabtu, 17/01/2026 21:34 WIB
bagas


Luciano Benavides #77 (Foto: KTM)
Luciano Benavides #77 (Foto: KTM)

Mobilinanews (Arab Saudi) - Reli Dakar 2026 resmi berakhir dengan catatan sejarah yang sulit dipercaya di kategori RallyGP.

Dalam salah satu persaingan paling ketat yang pernah terjadi di gurun pasir Arab Saudi, Luciano Benavides dari tim Red Bull KTM berhasil mengamankan gelar juara umum setelah melewati pertarungan habis-habisan hingga kilometer terakhir.

Kemenangan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi yang luar biasa bagi pembalap asal Argentina tersebut, tetapi juga mencatatkan rekor selisih waktu tertipis dalam sejarah Reli Dakar, di mana ia unggul hanya dua detik dari rival terberatnya, Ricky Brabec.

Ricky Brabec dari tim Monster Energy Honda sebenarnya memulai hari terakhir dengan keunggulan waktu lebih dari tiga menit, sebuah margin yang di atas kertas tampak cukup aman untuk rute pendek sejauh 105 kilometer menuju Yanbu.

Namun, drama khas Dakar terjadi saat Brabec melakukan kesalahan navigasi fatal hanya tujuh kilometer sebelum garis finis. Kesalahan kecil itu memaksanya kehilangan waktu berharga, sementara Benavides tampil nyaris tanpa cela untuk mengejar ketertinggalan.

Hasil akhir menunjukkan betapa kejam sekaligus indahnya kompetisi ini. Setelah menempuh ribuan kilometer selama dua pekan yang melelahkan, total waktu yang dikumpulkan Luciano Benavides adalah 49 jam, 41 detik.

Sementara itu, Ricky Brabec harus puas berada di posisi kedua dengan total waktu 49 jam, 43 detik. Selisih dua detik ini menghancurkan harapan Brabec untuk meraih gelar juara Reli Dakar ketiganya.

Bahkan menariknya lagi, kekalahan Brabec sekaligus memastikan mahkota juara jatuh ke tangan keluarga Benavides untuk ketiga kalinya, mengikuti jejak kakaknya, Kevin Benavides, yang menang pada edisi 2021 dan 2023.

Dominasi tim pabrikan dalam edisi kali ini juga terlihat sangat jelas pada papan klasemen akhir. Tosha Schareina melengkapi kesuksesan tim Monster Energy Honda dengan menempati posisi ketiga secara keseluruhan, terpaut sekitar 25 menit dari sang juara.

Di belakangnya, Skyler Howes mengamankan posisi keempat, diikuti Daniel Sanders dari Red Bull KTM yang  menunjukkan semangat juang yang luar biasa dengan tetap finis di posisi kelima meskipun harus membalap dengan kondisi cedera tulang selangka.

Bagi Luciano Benavides, kemenangan ini merupakan buah dari konsistensi dan mentalitas pantang menyerah. Ia sempat mengakui bahwa dirinya hampir terjatuh di tikungan terakhir karena memacu motornya hingga batas maksimal.

"Saya masih tidak percaya. Saya tidak pernah berhenti bermimpi. Menang hanya dengan selisih dua detik benar-benar sulit dipercaya,” ungkap Benavides yang tidak menyangka akan hasil yang begitu dramatis, mengutip siaran resminya, Sabtu (17/1/2026).

“Sejujurnya saya tidak bisa mendeskripsikan momen ini. Ini adalah Dakar kesembilan saya, dan ini menunjukkan bahwa jika Anda tidak pernah berhenti bermimpi, tidak pernah berhenti percaya, dan terus berjuang untuk tujuan Anda, segalanya mungkin terjadi,” terangnya.

“Saya tidak pernah menyerah. Bahkan hari ini, ketika saya kehilangan waktu dan melihat Ricky (Brabec) memacu motornya dengan sangat keras, saya terus meyakinkan diri sendiri bahwa ini belum berakhir sampai kilometer terakhir,” ujar pembalap Argentina itu.

“Pada akhirnya, dia melakukan kesalahan kecil dan saya berhasil melakukannya dengan benar. Ini benar-benar tidak nyata. Sekarang waktunya merayakannya bersama semua orang yang telah mendukung saya selama untuk mencapai impian ini,” pungkasnya.

Gelar ini menjadi bukti kebangkitan KTM di kancah reli paling bergengsi di dunia. Dengan berakhirnya etape di Yanbu, dunia balap kini memberikan penghormatan bagi Benavides yang berhasil menaklukkan gurun dengan ketenangan dan presisi yang luar biasa.

Tag

Terpopuler

Terkini