Mobilinanews (Arab Saudi) - Reli Dakar 2026 akhirnya mencapai puncaknya dengan sebuah catatan sejarah besar di kategori Ultimate. Nasser Al Attiyah kembali mengukuhkan dirinya sebagai raja gurun setelah berhasil mengamankan gelar juara umum keenamnya.
Kemenangan di etape 13 yang merupakan etape penutup ini terasa lebih spesial karena Al Attiyah mencapainya bersama tim debutan, Dacia Sandriders, yang baru berkompetisi secara resmi di ajang reli paling ekstrim di dunia ini.
Melalui performa yang tenang namun mematikan, pembalap asal Qatar tersebut membuktikan bahwa pengalaman dan adaptasi cepat dengan kendaraan baru adalah kunci utama menaklukkan medan berat sepanjang ribuan kilometer.
Persaingan di kategori Ultimate tahun ini berlangsung cukup sengit dengan dinamika yang terus berubah sejak etape awal. Meski Al Attiyah sempat mengalami fluktuasi posisi di pekan pertama, momentum besarnya muncul pada etape keenam di mana ia mengambil alih puncak klasemen.

Dominasi Al Attiyah semakin tak terbendung setelah memasuki pekan kedua, terutama saat para pesaing terdekatnya dari tim Ford dan Toyota mulai didera masalah teknis serta kesalahan navigasi.
Keunggulan waktu yang ia bangun secara bertahap memberinya keleluasaan untuk mengontrol ritme balapan hingga garis finis. Di belakang sang juara, Nani Roma dari Ford M-Sport menunjukkan performa luar biasa dengan finis sebagai runner-up
Roma menjadi ancaman paling nyata bagi Al Attiyah di hari-hari terakhir, namun selisih waktu sekitar sembilan menit membuat Al Attiyah tetap berada dalam zona aman. Sementara itu, posisi podium ketiga berhasil direbut oleh Mattias Ekstrom.
Ekstrom bahkan sukses memenangi etape ke-13 ini, sebuah kemenangan hiburan yang memastikan tim Ford menempatkan dua pembalapnya di jajaran tiga besar, sekaligus menandai kebangkitan signifikan pabrikan asal Amerika tersebut.
Sébastien Loeb, rekan setim Al Attiyah di Dacia, harus puas finis di posisi keempat setelah mengalami beberapa kendala, disusul Carlos Sainz Sr. yang menunjukkan kegigihan luar biasa dengan bangkit dari posisi bawah hingga menembus lima besar secara keseluruhan.

Dengan kemenangan ini, Al Attiyah kini hanya terpaut dua gelar dari rekor sepanjang masa milik Stéphane Peterhansel di kategori mobil dan ia menegaskan bahwa ambisinya belum padam dan ia bertekad untuk terus mengejar rekor tersebut di masa depan.
"Kami telah bekerja sangat keras sejak tahun lalu. Mungkin saya belum menunjukkan banyak emosi saat ini, tetapi perasaan itu ada, jauh di dalam lubuk hati. Kami sangat bahagia bisa menang,” ucap Al Attiyah dalam siaran Dakar, Sabtu (17/1/2026).
“Kemarin (etape 12) merupakan momen penting, saat itulah kami tahu bahwa kami telah memenangkan balapan ini. Ini adalah kemenangan keenam saya. Saya masih harus memecahkan rekor milik Peterhansel,” tegasnya.
Bagi Dacia, hasil ini adalah pembuktian instan atas keandalan teknologi mereka, sekaligus mengakhiri dominasi panjang Toyota yang tahun ini harus rela melihat para pembalap utamanya berada di luar jajaran podium teratas di Reli Dakar 2026.