Mobilinanews (Bali) - Auman mesin dan kepulan asap ban menyelimuti Sirkuit Landih, Bangli, Bali pada Minggu, 18 Januari 2026 kemarin.
Dalam suasana yang penuh adrenalin, para drifter yang tergabung dalam Lombok Drift Community resmi menyatukan barisan dengan Bali Drift Community dalam sebuah sesi latihan bersama yang intens.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer ketangkasan, melainkan bagian krusial dari program pembinaan Mandalika Drift Camp yang bertujuan mengasah jam terbang serta mempererat jejaring komunitas motorsport lintas daerah di Indonesia.
Sesi latihan kali ini diramaikan oleh total 15 mobil yang turun ke lintasan, dimana sebanyak enam mobil mewakili talenta dari Lombok dan sembilan mobil lainnya berasal dari tuan rumah Bali.

Menariknya, alam memberikan tantangan ekstra bagi para peserta. Latihan berlangsung di bawah cuaca yang berubah drastis, mulai dari lintasan kering yang panas, guyuran hujan lebat, hingga kembali mengering.
Kondisi ekstrem ini memaksa para drifter untuk tetap fokus dalam menjaga konsistensi, kendali kendaraan, dan ketahanan mental yang menjadi modal utama dalam menghadapi musim kompetisi mendatang.
Denny Pribadi, Manager Motorsport Mandalika Grand Prix Association (MGPA), menegaskan bahwa agenda di Sirkuit Landih ini merupakan langkah konkret untuk menguji materi yang telah dipelajari di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika’
“Awal tahun 2026 ini, drifter dari Lombok yang mengikuti program Mandalika Drift Camp menjalani latihan bersama dengan Bali Drift Community di Sirkuit Landih, Kintamani, Bali,” ungkap Denny Pribadi.
“Tujuannya agar materi dan teknik drifting yang sudah diberikan di Mandalika dapat diimplementasikan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara drifter Lombok dan Bali,” tambahnya mengutip siaran resmi MGPA, Rabu (21/1/2026).

Ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap progres para atlet binaan yang menunjukkan perkembangan signifikan. Berawal dari nol, program Mandalika Drift Camp kini telah berhasil mencetak tujuh drifter potensial yang segera meramaikan panggung drifting nasional.
Semangat pantang menyerah tampak jelas di wajah para peserta meskipun harus berjibaku dengan aspal yang licin akibat hujan deras. Selain urusan teknis, Denny menekankan bahwa nilai utama dari pertemuan ini adalah kekompakan.
Gelak tawa dan rasa persaudaraan yang terjalin erat di paddock menjadi bukti bahwa ekosistem kolaborasi motorsport yang suportif. Latihan ini pun menjadi persiapan strategis bagi kedua komunitas sebelum terjun ke Indonesian Drift Series (IDS) tahun 2026.
“Dari program Mandalika Drift Camp, kami sudah menelurkan bibit-bibit drifter yang kompetitif. Dari nol, kini sudah ada tujuh drifter yang diproyeksikan untuk bisa berlaga di kancah drifting nasional,” lanjut Denny.
“Latihan berjalan dari kondisi kering, hujan, hujan deras, sampai kembali kering. Semangat pantang menyerah terus terjaga, kekompakan terjalin sangat erat, senang dan tawa dijalani bersama. Bravo untuk Drift Community Lombok dan Bali,” sambungnya.

Dukungan penuh pun juga datang dari jajaran manajemen pusat. Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa visi perusahaan dalam mengelola Sirkuit Mandalika di bawah naungan ITDC mencakup penguatan ekosistem motorsport secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa MGPA tidak ingin hanya menjadi penyedia fasilitas, tetapi juga motor penggerak bagi talenta lokal. “MGPA berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan talenta lokal melalui program pembinaan yang berkelanjutan,” tuturnya.
“Kolaborasi antar komunitas seperti Mandalika Drift Camp latihan bersama dengan Bali Drift Community ini penting agar para drifter memiliki pengalaman, mental bertanding, dan kesiapan untuk bersaing di level nasional,” pungkas Priandhi Satria.
Dengan demikian, melalui kolaborasi lintas daerah seperti ini, diharapkan para drifter memiliki mental bertanding yang matang dan kesiapan fisik yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi, sekaligus membawa nama baik daerah masing-masing di kancah nasional.