mobilinanews (Italia) - Peran mekanik tak terpisahkan dalam sukses seorang pembalap meraih prestasi gemilang. Mick Doohan dan Valentino Rossi punya Jeremy 'JB' Burgess. Casey Stoner dan Jorge Lorenzo punya Cristian Gabarrini dan Marc Marquez punya Santi Hernandez.
Jika sudah cocok, umumnya prmbalap ingin membawa mekanik andalannya itu saat gabung dengan tim lain. Rossi bawa JB saat pindah dari Honda ke Yamaha, Stoner bawa Gabarribi dari Ducatì ke Honda. Sayang, Marquez gagal.memboyong Hernandez saat pindah dari Honda ke Gresini Ducati.
Sejumlah pembalap.papan atas akan pindah tim pada musim 2027. Siapa mekanik pendamping mereka jadi salah satu hal penting sejak awal. Karena itu acap jadi perebutan.
Itulah yang saat ini dialami Gabarrini. Usai membantu Stoner meraih gelar, insinyur pintar itu didapuk Lorenzo di Ducati dan sejak 2018 sampai sekarang menjadi chief crew Francesco Bagnaia sejak di tim satelit Pramac Ducati maupun di tim pabrikan Ducati.kedekatan Bagnaia dengan Gabarrini sama seperti Max Verstappen dengan Gianpiero Lambiase atau Lewis Hamilton dengan Pete Bonington di kancah F1.
Tahun depan Bagnaia pindah ke tim Aprilia (memang belum resmi tetapi Bagnaia sendiri tidak membantah hal itu) dan ingin ke sana bersama Gabarrini.
Kendalanya, Ducati ingin mekanik topnya itu tetap di Ducati, menangani kandidat the rising star Pedro Acosta yang tahun depan pindah dari KTM ke Ducati untuk ambil jatah motor Bagnaia. Dikutip dari media motorsport Italia, Acosta sudah meminta Ducati untuk memasangkan Gabarrini dengan dirinya tahun depan. Acosta ingin mendalami kelebihan Stoner berdasarkan pengalaman Gabarrini.
Dilematis. Satu sisi Gabarrini ingin loyal kepada Bagnaia, di sisi lain juga tak mudah menolak tantangan atau kesempatan untuk menangani Acosta yang digadang-gadang jadi juara masa depan.
Akan kemanakah Gabarrini?