Gak Bisa Balap Sendirian Lagi? IMI NTB Bakal `Tertibkan` Pembalap Privateer, Ini Alasannya!

Selasa, 21/04/2026 11:44 WIB
bagas


Ilustrasi Kejurnas Balap Mobil di Sirkuit Mandalika (Foto: MGPA)
Ilustrasi Kejurnas Balap Mobil di Sirkuit Mandalika (Foto: MGPA)

Mobilinanews (Mataram) - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menempatkan pembenahan struktur organisasi sebagai prioritas tertinggi dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang digelar pada 18 April 2026 kemarin.

Fokus utama dalam langkah strategis ini adalah melakukan penataan administrasi secara menyeluruh, terutama terkait status para pelaku balap di wilayah tersebut.

Ketua IMI NTB, Taufan Ardiansyah, menyoroti fenomena banyaknya pelaku balap yang hingga kini masih bergerak secara mandiri atau berstatus privateer, tanpa tergabung dalam klub-klub atau tim resmi.

Menurutnya, kondisi di mana atlet atau mekanik berdiri sendiri tanpa payung hukum klub resmi tersebut menghambat optimalisasi sistem pembinaan dan potensi poin kolektif organisasi di level daerah.

Ketua IMI NTB, Taufan Ardiansyah (Foto: MGPA)

“Agenda yang paling utama adalah kami di IMI NTB ingin merapikan administrasi. Kita terlalu banyak privateer, dan kita ingin menggabungkan mereka dalam satu klub, sehingga poin klub-klub di IMI NTB bisa meningkat,” tegas mengutip MGPA, Selasa (21/4/2026).

Langkah penguatan internal ini juga dipandang sebagai fondasi penting menjelang agenda besar Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang. 

Dengan administrasi yang lebih tertib dan solid, IMI NTB optimis keberlanjutan kepemimpinan dan kebijakan organisasi di masa depan akan lebih terukur.

Upaya IMI NTB dalam merapikan barisan ini mendapat dukungan penuh dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Dalam forum tersebut, Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Manajer Track, Motorsport, dan Race Electronic MGPA, menekankan bahwa sinergi antara pengelola sirkuit dan federasi lokal merupakan elemen vital bagi ekosistem otomotif.

Awallutfi menjelaskan bahwa relasi antara MGPA dan IMI NTB telah terjalin erat sejak awal operasional sirkuit. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan berbagai ajang balap, mulai dari persiapan teknis hingga pemenuhan standar regulasi internasional.

“Hubungan antara MGPA dan IMI NTB sudah sangat lama dan erat. Sejak MGPA dibentuk, kami sudah bersama-sama mempersiapkan berbagai kebutuhan agar event balap dapat berjalan dengan baik,” ungkap Awallutfi.

Ilustrasi Kejurnas Balap Mobil di Sirkuit Mandalika (Foto: MGPA)

Lebih jauh, MGPA memberikan masukan strategis agar IMI NTB tidak hanya fokus pada pengembangan divisi roda dua yang selama ini sangat dominan. Awallutfi berharap IMI NTB dapat memperkuat divisi roda empat untuk memperluas cakrawala motorsport di Tanah Air. 

Hal ini mencakup penguatan peran sebagai regulator, penyusunan aturan main yang tegas, pembinaan peserta, hingga kesiapan perangkat balap profesional seperti petugas steward.

Dengan dorongan untuk menyatukan para privateer ke dalam klub resmi dan sinergi yang terus diperkuat bersama MGPA, IMI NTB berharap dapat menciptakan ekosistem balap yang lebih profesional.

Transformasi administrasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pembalap lokal NTB untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tag

Terpopuler

Terkini