Royal Enfield Flying Flea C6 Dijual Seharga Rp 103 Juta di Eropa, Ini Spesifikasinya

Sabtu, 19/09/2026 10:48 WIB
bagas


Royal Enfield Flying Flea C6 (Foto: Royal Enfield)
Royal Enfield Flying Flea C6 (Foto: Royal Enfield)

Mobilinanews (Jakarta) - Produsen sepeda motor legendaris asal India, Royal Enfield, secara resmi meluncurkan lini kendaraan listrik terbarunya, Flying Flea C6, untuk pasar Eropa. Langkah strategis ini menandai era baru elektrifikasi bagi produsen otomotif tertua yang terus berproduksi sejak tahun 1901 tersebut.

Nama Flying Flea sendiri diambil dari sejarah panjang motor ikonik WD/RE yang diproduksi pada masa Perang Dunia II antara tahun 1939 hingga 1945. Kala itu, sepeda motor ini dirancang khusus dengan bobot sangat ringan agar dapat diterjunkan menggunakan payung udara langsung ke medan pertempuran.

Model terbaru Flying Flea C6 pertama kali diperkenalkan kepada publik pada ajang EICMA 2024 di Milan, Italia. Mengusung gaya neo-retro, motor ini mengkombinasikan warisan desain klasik militer masa lalu dengan sentuhan arsitektur modern yang disesuaikan untuk kebutuhan komuter perkotaan masa kini.

Sasis utama motor listrik ini dibangun menggunakan bahan forged aluminum yang sangat kokoh namun ringan. Struktur penampung baterai dilengkapi sirip pendingin berbentuk unik yang dirancang secara estetis sekaligus fungsional guna mempertegas warisan desain sejarah Flying Flea dalam wujud modern.

Pada bagian depan, Flying Flea C6 menggunakan suspensi forged aluminum girder fork yang diinterpretasikan ulang. Inovasi suspensi langka ini menjadikan C6 satu-satunya motor modern yang menerapkannya, memberikan fleksibilitas ekstra saat pengereman keras untuk meningkatkan stabilitas berkendara.

Sektor dapur pacu dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 3,91 kWh yang dilapisi casing paduan magnesium tahan panas. Baterai berpendingin udara ini mampu menyuplai tenaga penuh untuk menempuh jarak maksimal hingga 104 kilometer berdasarkan standar pengujian World Motorcycle Test Cycle.

Pengisian daya baterai kendaraan ini tergolong cukup efisien untuk penggunaan harian di area perkotaan. Menggunakan pengisi daya standar, baterai dapat terisi dari kondisi 20 persen hingga mencapai 80 persen hanya dalam kurun waktu sekitar satu jam pengisian daya secara konstan.

Motor penggerak listrik yang diusung mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 21 daya kuda pada putaran 3.500 rpm. Selain itu, porsi torsi instan yang dihasilkan mencapai 60 Nm, memungkinkan motor melaju mulus hingga kecepatan maksimum yang dibatasi pada angka 115 km/jam.

Untuk menjamin keselamatan pengendara saat melaju cepat, Royal Enfield melengkapi motor ini dengan fitur lean angle sensing ABS. Peranti kontrol keselamatan modern lainnya meliputi sistem cruise control terintegrasi serta tombol kontrol fungsional yang dapat diprogram sesuai kebutuhan.

Sisi kecerdasan kendaraan didukung oleh penggunaan Vehicle Control Unit berteknologi tinggi dari produsen cip ternama Qualcomm. Otak elektronik ini mengintegrasikan prosesor Snapdragon QWM2290 serta platform Snapdragon Car-to-Cloud yang dirancang khusus untuk kendaraan roda dua modern.

Dukungan konektivitas pada motor ini sangat lengkap, mencakup jaringan seluler 4G, Bluetooth, hingga Wi-Fi internal. Pengendara juga dapat memanfaatkan fitur asisten suara untuk mengaktifkan berbagai macam pengaturan kendaraan tanpa perlu mengganggu konsentrasi berkendara di jalan raya.

Panel instrumen depan menggunakan layar sentuh TFT berbentuk bulat klasik yang menjalankan sistem operasi terintegrasi Android Automotive OS. Layar interaktif ini menjadi antarmuka utama pengendara untuk memilih lima mode berkendara serta memantau seluruh status operasional kendaraan.

Kecanggihan teknologi pada Flying Flea C6 memungkinkan ponsel pintar milik pengguna berfungsi sebagai kunci kontak digital. Melalui aplikasi khusus Flying Flea di ponsel atau jam tangan pintar, pengguna dapat memantau status pengisian daya, pengaturan mode, hingga pemantauan diagnosis.

Unit kendaraan listrik ini akan mulai didistribusikan secara bertahap di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Pengiriman perdana kepada para pemesan resmi dijadwalkan akan berlangsung secara serentak mulai bulan Oktober mendatang di wilayah tersebut.

Di pasar Inggris, Royal Enfield Flying Flea C6 dibanderol seharga 5.300 Poundsterling atau setara Rp 108,6 juta. Sementara untuk kawasan Eropa daratan, motor ini dijual seharga 5.990 Euro atau sekitar Rp 103,3 juta.

Motor listrik ini hadir dalam tiga pilihan warna menarik, yaitu Flea Green, Storm Black, serta Parachute White. Setelah peluncuran varian C6 ini, Royal Enfield juga tengah mempersiapkan varian bergaya scrambler bernama S6 yang dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Tag

Terpopuler

Terkini