Demi YSR 2016 Seri Terakhir, YZF-R1M Milik Benny Akhirnya Turun Balap

Selasa, 31/05/2016 12:30 WIB
redaksi


motorinanews - Banyak cerita yang menarik dalam ajang balap Yamaha Sunday Race 2016 yang telah berlangsung kemarin (29/5) di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat. Salah satunya motor superbike YZF-R1M yang ikut dalam kelas Superstock up to 1.000cc untuk komunitas (31/5).

Dua seri sebelumnya motor YZF-R1M yang berlaga di YSR 2016 hanya ada milik Febby Sagita saja namun di seri ketiga atau putaran terkahir motor superbike milik Benny Saputra ikut menemani.

Walau mengalami cideka kaki, akhirnya Benny mendapatkan kesempatan untuk ikut turun balap bersama YZF-R1M miliknya. Kelas Superstock up to 1.000cc seri ketiga ini diikuti 9 peserta dengan 2 unit YZF-R1M, satu unit YZF-R1 dan 6 unit YZF-R6.

Hasil lumayan buat Benny hingga berhasil finish diurutan ke-2 di kelas komunitas Superstock. "Di race kali ini kaki masih cedera tapi gas aja karena udah seri terakhir jadi tahun ini nggak ada kesempatan lagi. Pas balap kaki cenat cenut, cornering nggak bisa maksimal hanya dibantu badan. Untungnya R1M bisa enak buat nikung walaupun lagi cedera," papar Benny dari tim One3 Motoshop.

Pria berusia 30 tahun itu sudah mulai mencoba riding R1M di jalanan raya Maret tahun ini. Motor mahal itu lalu dimodifikasi terinspirasi World Superbike (WSBK). Bodi dan spek dibuat ala WSBK dengan memainkan warna campuran Valentino Rossi kuning neon, hitam, abu-abu.

Selain itu ada tambahan Mud guard eksklusif karena ada tanda tangan asli "The Doctor" 46. Mud guard tersebut ia dapat saat ketemu legenda MotoGP di Bali Januari lalu. Benny juga melakukan ubahan pada bodi motor yang juga eksklusif karena dipesan dari Slovenia. Rem depan brembo, footstep modif, ban racing pirelli, muffler
austin, selang rem diganti dan gas spontan.

Benny telah merogoh kocek ratusan juta rupiah untuk modifikasi R1M miliknya. Motor YZF-R1m itu sendiri dibelinya seharga Rp 645 juta. So, kebayangkan mahalnya motor milik Benny ini.

Tag

Terpopuler

Terkini