motorinanews - Saat kita membeli sebuah motor baru pasti selalu mendengar istilah inreyen. Lantas, apakah inreyen itu dan bagaimana cara inreyen motor yang baik dan benar. Kali ini motorinanews akan membantu kalian semua mengenai hal tersebut.
Pengertian inreyen sendiri adalah Masa Break-In, dimana komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian. Proses tersebut tidak hanya bertujuan untuk membiasakan diri anda dengan motor baru anda sendiri, bahkan komponen-komponen bagian dalam motor tersebut pada dasarnya juga harus melalui proses adaptasi guna menguji kualitas dan kemampuannya dalam menunjang sarana transportasi anda.
Berikut cara yang harus diperhatikan ketika motor melalui masa inreyen :
1. Geber motor dengan halus dan jangan sampai ada suara mesin terdengar keras dan meraung–raung.
2. Buka grip gas pelan–pelan saja atau diurut jangan langsung mendadak menariknya penuh.
3. Jangan terlalu memberikan beban yang terlalu berat pada motor karena part pada mesin masih saling menyesuaikan.
4. Ketika memasuki kilometer 500-1000, oli mesin sebaiknya harus segera diganti sesuai anjuran pabrikan untuk membuang gram-gram hasil gesekan komponen baru.
5. Setelah spedometer menunjukkan angka 1000 Km keatas, silahkan berkendara seperti biasa dan normal sesuai kondisi jalan.
Sebagai informasi tambahan, kita tidak boleh menggunakan motor yang menyebabkan panas berlebih untuk menjaga part mesin yang masih baru mendapatkan kelonggaran yang cukup seperti yang di rekomendasikan pabrikan. Cara inreyen juga harus dilihat berdasarkan jarak tempuh.
Jika 0–500 km, hindari pemakaian dengan putaran mesin diatas 5000 rpm, setiap satu jam matikan mesin untuk pendinginan 5–10 menit, ubah kecepatan dari waktu ke waktu, jangan menjalankan kendaraan dengan posisi gas dan kecepatan tetap.
Untuk 500–1000 km, hindari pemakaian dengan putaran mesin di atas 7500rpm, gunakan posisi gear sesuai kebutuhan jangan membuka gas penuh.