mobilinanews.com (global) - Seri kelima MotoGP 2015 di
sirkuit Le Mans telah usai semalam waktu Indonesia, Minggu (17/5), tapi kisah
drama pertarungan antara Marc Marquez versus Andrea Iannone untuk perebutan
posisi keempat rasanya masih terbayang-bayang di benak sebagian penggemar
MotoGP.
Aksi over taking yang mencekam disuguhkan oleh keduanya. Le
Mans 2015 memang tidak memberikan podium bagi keduanya, tapi aksi pertarungan wheel to wheel yang disuguhkan Marguez
versus Iannone adalah satu adegan drama abadi yang disenangi mayoritas
penggemar MotoGP sepanjang jaman.
Nah, buat panduan
seri-seri MotoGP ke depan ada baiknya kita kenali lebih dekat sosok Andrea Iannone
yang menjadi salah satu pembalap andalan Ducati Team. Secara usia, Andrea
Iannone yang kelahiran Italia 9 Agustus 1989 memang lebih tua tiga tahun lebih
dibanding Baby Alien Marc Marquez yang kelahiran Spanyol 17 Februari 1993, namun keduanya telah
menjadi rival abadi sejak tahun 2008 di kelas GP 125cc.
Di tahun 2008, Andrea Iannone yang lebih dahulu turun sejak
tahun 2005 berhasil finish di posisi ke-10 klasemen akhir dengan niai total 106,
sementara Marquez harus puas di posisi ke-13 dengan nilai total 63 pada musim
debutnya tersebut. Setahun kemudian di tahun 2009, prestasi Iannone kembali
lebih mengkilap setelah finish di posisi ke-7 klasemen akhir dengan 4 kali posisi
podium, sementara Marquez duduk satu
level di bawahnya di posisi ke-8 dengan hanya sekali posisi podium.
Tahun 20010, Iannone pindah ke ke kelas Moto2 dan berhasil
finish di posisi ketiga klasemen akhir dengan perolehan nilai total 199, 8 kali
podium dan 5 kali posisi start terdepan (pole). Sementara Marquez masih setia
di kelas 125cc dan berhasil menjadi juara dunia dengan nilai total 310, hasil
dari 12 kali podium dan tujuh kali pole position.
Tahun 2011, keduanya kembali bertemu di kelas Moto2. Rivalitas
pun berlanjut. Kali ini Marquez berhasil menghadirkan tantangan yang lebih
tinggi pada debutnya, dengan mengakhiri musim kompetisi debutnya di posisi
kedua klasemen akhir melalui perolehan nilai total 251, 7 kemenangan, 11 kali
podium dan 7 kali pole. Sementara Iannone kembali harus puas di posisi ketiga
dengan nilai total 199, delapan podium
dan 5 kali posisi pole.
Tahun 2012, Marquez berhasil menjadi juara dunia Moto2 dengan
nilai total 328, 9 kemenangan, 14 podium dan 7 kali pole. Sementara Iannone
kembali terpaku di posisi ketiga dengan nilai 194, 2 kali kemenangan dan 5 kali
podium.
Tahun 2013, keduanya pindah ke kelas para raja MotoGP.
Bedanya Marquez langsung mendapat kursi di tim pabrikan Honda setelah Casey
Stoner menyatakan pensiun muda. Sementara Iannone selama dua tahun (2013 –
2014) harus mulai dari tim satelit Ducati, Pramac Racing. Pada tahun 2013 –
2014, rasanya kurang adil memperbandingkan keduanya dengan dasar dukungan tim
tersebut.
Tahun 2015, Iannone direkrut oleh tim pabrikan Ducati.
Hasilnya hingga seri kelima ia berhasil duduk di posisi kelima klasemen
sementara dengan nilai 61. Hanya terpaut delapan poin dari Marquez yang ada di
posisi keempat dengan nilai 69.
Masih ada 13 seri lagi siap menunggu aksi pertarungan keduanya. Anda tentu berharap Marc Marquez tidak lagi melenggang mudah seperti dua tahun sebelumnya, bukan?! Kali ini Andrea Iannone siap menebar ancaman mautnya.