MotoGP 2025: Jorge Martin, "Tinggal Tunggu Waktu Saya Akan Mengalahkan Marc Marquez"

Minggu, 20/07/2025 08:59 WIB | Rulin purba
Optimistis dengan ketangguhan Aprilia RS-GP , Jorge Martin tergantung melawan Marc Marquez. (Foto: gpone)
Optimistis dengan ketangguhan Aprilia RS-GP , Jorge Martin tergantung melawan Marc Marquez. (Foto: gpone)

mobilinanews (Rep.Ceko) - Saat ini tak ada pembalap MotoGP yang bernafsu menghentikan dominasi Marc Marquez. Semuanya pasrah, termasuk Francesco Bagnaia. Beda dengan Jorge Martin yang ironisnya baru mengaspal usai cidera berkepanjangan.

Balapan pertama juara dunia 2024 itu terjadi di sesi sprint race GP Rep.Ceko, Sabtu (19/7). Ia finish ke-11, sementara Marquez di atas Ducati Desmosedici GP25 menjadi pemenang. Kemenangan ke-11 dari 12 seri  balap 2025 yang sudah digelar.

"Saat ini tak penting saya finish urutan berapa. Yang penting saya sudah merasakan potensi RS-GP yang saya kendarai, yang sudah jauh berkembang dari yang terakhir saya kendarai di GP Qatar tiga bulan lalu. Secara fisik juga tak ada problem. Tinggal tunggu waktu kami bersaing di depan," ujar pembalap tim pabrikan Aprilia itu yang terpesona oleh kemenangan rekan setimnya,  Marco Bezzecchi, di GP Inggris lalu.

"Di sini saya gunakan setingan motor seperti milik Marco tapi itu sama sekali tak cocok dengan riding style saya. Saya harus membangun basis set-up sendiri," imbuhnya.

Martin butuh dua atau tiga race weekend lagi untuk kembali ke performa aslinya. Jika Aprilia bisa konsisten dengan kecepatannya saat ini, apalagi bisa sedikit lagi ditingkatkan, ia optimistis bisa bersaing di baris depan. Termasuk melawan Marquez.

"Marc sudah cetak 11 kemenangan dari 12 sesi sprint race. Sungguh impresif dan saya pikir ia akan memenangkan lebih banyak lagi  bersama tim pabrikan Ducati," sebut Martin lewat media GPone.

"Buat saya itu sebuah tantangan. Coba mengalahkannya jika tiba waktunya. Mengalahkan pembalap terbaik atau salah satu yang terbaik dalam sejarah berikut semua paket yang ia miliki," tegas eks pembalap satelit Pramac Ducati itu tetapi punya status kontrak sebagai pembalap pabrikan Ducati.

Tahun lalu Martin adalah 'raja' sprint race dengan 16 kali naik podium dari 22 race, 7 diantaranya dengan predikat juara. Tabungan poinnya di sesi sprint jauh lebih banyak dari Bagnaia, dan itu yang membuat Martin sukses mengunci gelar 2024 dengan keunggulan hanya 10 poin dari Bagnaia.

Kini Martinator, julukannya, sudah kembali ke jalur balap kelas primer.  Tantangan yang ingin ia taklukkan  bukan sembarangan, tak lain adalah Marquez.

Ia berani lantang mengucapkan itu saja sudah istimewa karena fans MotoGP sejagat raya memang sedang merindukan pembalap agresif yang bisa melawan seorang Marquez. Semoga Aprilia bisa membekalinya dengan senjata yang mumpuni di RS-GP 2025-nya. (r)