mobilinanews (Hungaria) - Marc Marquez mengungkap perbedaan mendasar antara dirinya dengan Francesco Bagnaia, rekan satu timnya di skuad pabrikan Ducati.
"Saat ini kepercayaan diri saya pada batas tertinggi, maksimum. Sedangkan kepercayaan diri Pecco pada titik paling rendah," ucap Marquez kepada media GPone di Hungaria.
Itu benar dan Bagnaia pun mengakuinya berkali-kali kalau kepercayaan dirinya tak pernah bagus di atas Desmosedici GP25. Sangat jauh dibandingkan GP24 yang memberinya 11 kemenangan tahun lalu.
"Masalahnya hanya pada area yang sama (bagian depan motor yang menyulitkannya di zona tikungan). Kami tak tahu mengapa," kata juara dunia 2022 dan 2023 itu.
Dampaknya jelas. Pecco sama sekali tak berkutik melawan Marquez yang sejak tes pra musim langsung klop dengan GP25. Terlebih karena feedback Marquez untuk pengembangan motor terbukti lebih ampuh dari masukan Bagnaia.
Tak hanya itu. Melawan Alex Marquez (Gresini Ducati) yang membesut GP24 pun Bagnaia kalah. Sejak awal musim sampai yang terakhir di GP Hungaria, Bagnaia tak pernah bergeser dari peringkat 3 klasemen di bawah Marquez Bersaudara. Saat ini ia kalah 227 poin atas Marquez dan 52 poin dari Alex.
Sejak GP Austria lalu Bagnaia sudah pasrah dan menyerah untuk perburuan gelar 2025.
"Target realistis adalah meraih peringkat kedua klasemen akhir," tandasnya.
Meski hanya untuk perjuangkan nomor 2 jelas tak mudah karena Alex pun sudah lebih dulu mematok target untuk merebut peringkat yang sama. Ia merasa tak mungkin melawan abangnya dalam perburuan gelar meski masih ada peluang secara hitungan poin.
Sialnya, perjuangan Bahnaia semakin berat karena Marco Bezzecchi pun kini memgancamnya dari peringkat keempat.
Seusai GP Hungaria pada Minggu (24/8), pembalap tim Aprilia itu sudah kumpulkan poin 197. Makin dekat dengan Bagnaia yang punya total poin 228. Ya, gap keduanya hanya 35 poin.
Bakal duel mereka pada 8 race sisa musim ini pastinya akan munculkan tantangan dan hiburan tersendiri. Motor Italia versus motor Italia dan keduanya pembalap Italia pula. Lebih spesifik lagi keduanya pun sama-sama alumni VR46 Rider Academy didikan Valentino 'Il Dottore' Rossi.
Genderang perang sudah ditabuh Bezzecchi. Ia incar posisi 3 Besar klasemen di akhir musim. Pastinya dengan menggusur Bagnaia.
Tiga besar di akhir musim adalah target ambisius Bezzecchi dan manajemen Aprilia. Suatu hal yang sejak awal musim tidak masuk dalam target.
Pengejaran 35 poin itu bukan hal yang terbilang sangat berat buat Bezzecchi sepanjang ia dan RS-GP konsisten di setiap seri di depan. Konsisten di zona podium seperti 3 race beruntun di Rep.Ceko, Austria dan Hungaria.
Saat sama di tiga seri di atas, Bagnaia tak pernah mencicipi podium. Dengan kepercayaan diri yang masih rendah seperti kata Marquez, maka sulit berharap Bagnaia bisa tampil sangar melawan Bezzecchi yang terus on fire.
Andai Bagnaia gagal mempertahankan posisi 3 Besar maka itu adalah petaka buat dirinya maupun Ducati. Apalagi yang menggusurnya adalah Aprilia, sesama motor Italia yang jadi pesaing berat Ducati di pasar nasional.
Ukan itu saja. Bagnaia juga terancam kehilangan bonus akhir tahun yang signifikan. Seperti diketahui, tradisi Ducati adalah memberi nilai kontrak rendah untuk pembalap namun memberi bonus besar berdasarkan peringkat sang pembalap di akhir musim. Tentu saja penghuni 3 Besar mendapat jatah bonus paling besar.
"Semua pembalap Ducati mengejar bonus akhir musim. Terlebih di 3 Besar. Karena selisih peringkat 3 Besar dengan 4 sangat besar. Bisa ratusan ribu USD," kata Jack Miller, mantan pembalap Pramac Ducati yang sekarang di Pramac Yamaha. Jika ia sebut ratusan USD mak kosarannya bisa dikalkulasi sekitar dua hingga 4 milyar rupiah.
Itulah nilai cash yang akan hilang jika Bezzecchi sukses mendepak Bagnaia dari grup 3 Besar. Bezzecchi tak perlu merasa bersalah jika menjadi pelaku berkurangnya bonus Bagnaia. Sebab, karena ia pun akan dapat bonus yang berbeda jika bisa bawa Aprilia ke level 3 Besar klasemen akhir.
Yang perlu dikasihani adalah Bagnaia. Hidupnya di Ducati berubah drastis sejak kehadiran Marquez. Dan, kini ia benar-benar terancam oleh sobatnya sendiri dari skuad VR46 Academy. Bukan hanya ancaman prestasi tetapi juga tambahan uang saku buat istri yang ia nikahi akhir tahun lalu. (r)