mobilinanews (Singapura) - Seperti biasanya, hasil night race GP Singapura sulit diprediksi. City circuit di Marina Bay bisa kapan saja menghadirkan kejutan demi kejutan.
Seperti di sirkuit dalam kota lainnya, sepanjang lintasan langsung berhadapan dengan tembok atau pagar lintasan di kedua sisi. Meleng sedikit mobil bonyok urusannya.
Kejutan awal datang pada hari pertama dengan dua sesi latihan, Jumat (3/10). Tak ada yang menduga Fernando Alonso tercepat di FP1.
Betul, ia pemenang dua kali di GP Singapura, tapi itu dulu saat masih kompetitif bersama tim Renault. Sekarang, bergabung dengan Aston Martin, juara dunia F1 2005 dan 2006 bukanlah front runners di grid 2025.
Bahwa di sesi FP2 pemenangnya adalah Oscar Piastri, itu terasa wajar karena driver tim McLaren itu adalah pemegang puncak klasemen kejuaraan dunia musim ini dengan keunggulan 25 poin atas rekan setimnya, Lando Norris. Keduanya bahkan sangat berpotensi mengunci gelar juara konstruktor 2025 di Singapura. Mengulang sukses tahun lalu.
Yang mengejutkan pada sesi ini adalah performa pembalap ruki Isack Hadjar (Racing Bulls). Driver belia itu sukses menempel Piastri di posisi finish kedua. Saat sama ia sukses mendorong dan menghajar seniornya, Max Verstappen (Red Bull), ke posisi ketiga.
Tapi, Verstappen tak lantas gelisah. Ia tak harus memusingkan Hadjar. Yang dipikirkan Verstappen yang sukses memenangi 2 grand prix terakhir di Italia dan Azerbaijan itu adalah McLaren.
"Ini bukan hasil yang buruk. Saya hanya perlu menambah sedikit kecepatan untuk melawan McLaren di kualifikasi. Malam ini kami akan mencari caranya," kata juara dunia bertahan itu yang sebelumnya juga acap buruk di sesi latihan tetapi bangkit di sesi kualifikasi.
Itu akan sangat menarik. Pasalnya, trek Singapura adalah satu-satunya kalender di F1 yang belum pernah ditaklukkan Verstappen. Selalu gagal mendapuk gelar juara. Satu-satunya gelar juara Red Bull di Kota Singa itu diraih Sergio Perez pada 2022.
"Masih ada beberapa hal yang harus kami tingkatkan untuk bersaing di baris depan. Kita tunggu saja saat kualifikasi," tegas Verstappen yang dengan 2 kemenangan di Monza dan Baku kini buka peluang lagi menyaingi Piastri dan Norris di jalur perebutan gelar tahun ini.
Ya, kita lihat saja, tanpa melupakan fakta bahwa apa pun yang tak terduga bisa terjadi di Singapura. Contohnya adalah crash antara Charles Leclerc (Ferrari) dengan Norris.
Tak terjadi di lintasan, tapi justru terjadi di pitlane. Itulah, pembalap sekelas mereka bisa tubrukan seperti itu, saat Leclerc menuju lintasan dan Norris berada di lintasan. Saat ini FIA melalui stewards-nya pun tengah menginvestigasi mengapa senggolan konyol itu terjadi, siapa yang salah dan perlu dihukum atau tidak. (r)