mobilinanews (Brasil) - Gagal naik podium di sesi sprint race, dua pukulan telak menimpa Max Verstappen jelang main race GP Brasil pada Minggu (9/11) atau Senin (10/11) dinihari WIB.
Di luar dugaan, juara dunia bertahan itu tak mampu lolos dari phase Q1 di kualifikasi untuk perebutan starting grid raceday Minggu. Satu hal yang langka baginya. Ini kualifikasi terburuknya sejak kali terakhir terjerembab di Q1 pada musim 2021.
Mendapatkan posisi start ke-16, Verstappen langsung bereaksi. Akan sangat sulit meraih kemenangan. Karena itu katanya tak lagi realistis berharap bersaing dalam perebutan gelar tahun ini melawan duet McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri.
"Lupakan hal itu," tukas pembalap asal Belanda itu.
Petinggi Red Bull macam Laurent Mekies dan penasehat senior Helmut Marko pun berembug dan sepakat untuk membuat 'perubahan besar' jelang lomba dinihari nanti.
Hasilnya lebih parah. Verstappen kena hukuman akan memulai start dari pit lane di Interlagos. Kesalahannya ganda. Pertama karena para mekaniknya bekerja menyetel mobilnya lebih lama dari waktu yang diperbolehkan. Kedua, ada perubahan onderdil mesin pada mobilnya di luar aturan yang berlaku.
Verstappen pun seperti putus asa. Jika gagal mengalahkan McLaren di Brasil, maka bakal semakin sulit buatnya berharap meraih gelar karena usai Brasil hanya tersisa 3 balapan di Las Vegas, Qatar dan Abu Dhabi.
Saat ini ia berada di peringkat 3 klasemen dengan total poin 326. Kalah 30 poin dengan Piastri dan 39 angka dengan Norris.
Memulai balapan dari pitlane, .maka selisih poin itu dipastikan bakal bertambah besar. Kecuali jika ada mukjizat yang membuat situasi terbalik. Tapi, seperti berulangkali terjadi, apa saja bisa terjadi dalam balapan. Apalagi kalau ramalan hujan di Interlagos benar akan terjadi. (r)