mobilinanews (Qatar) - Dari 3 kandidat juara dunia 2025 hanya Lando Norris yang punya peluang mengunci gelar di GP Qatar pada Minggu malam, 30 November nanti.
Joki McLaren itu hanya butuh tambahan 2 poin di atas Max Verstappen (Red Bull Racing) dan 2 poin juga di atas Oscar Piastri (McLaren) untuk meraih gelar dunia pertamanya. Sekaligus sukses McLaren mengawinkan gelar pembalap dan konstruktor pada 1998 lewat Mika Hakkinen.
Meski begitu Norris tak ingin merasa diuntungkan oleh keunggulan 24 poin atas kedua rivalnya.
Ia juga menegaskan tak merasakan tekanan tambahan dengan kehadiran Verstappen yang kini memberi ancaman dalam perebutan gelar.
“Tak ada yang berubah. Saya tetap memperlakukannya sebagai ancaman. Seperti sepanjang tahun ini, bahkan ketika ia tertinggal poin lebih banyak,” ujarnya.
“Kami selalu memperlakukannya sebagai ancaman karena kami tahu kemampuannya, kami tahu apa yang mampu dilakukan Red Bull pada mobilnya. Tidak ada yang berubah saat ini karena ia memang ancaman seperti yang selalu ia tunjukkan.”
Ia pun mengaku tak terganggu oleh kasus diskualifikasi dirinya dan Piastri di GP Las Vegas lalu, yang membuat keunggulannya atas Verstappen yang tadinya 49 melorot ke 24.
"Pekan lalu tidak saya anggap hasil yang buruk (karena start pole position) dan finish P2 di belakang Verstappen. Itu bagus. Kami kompetitif."
Karena merasa tak terganggu, ia pun merasa tak penting untuk melakukan perubahan apa pun pada dirinya.
"Tidak ada gunanya coba menghadapi Max dengan cara berbeda karena sejauh ini kami telah melakukan pekerjaan dengan baik dan saya sangat senang dengan hasilnya."
"Kami tahu area mana yang perlu kami tingkatkan, kami tahu apa saja yang perlu kami tingkatkan."
Jika gagal mengunci gelar di Qatar, kesempatan terakhir ada di seri balap terakhir tahun ini, GP Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Seperti apa hitung-hitungannya sangat bergantung pada hasil GP Qatar. (r)