MotoGP 2026: Gelar Ke-9 Paling Spesial Buat Marc Marquez. Lebih Penting dari Gelar Ke-10

Senin, 29/12/2025 19:24 WIB | Rulin purba
Marc Marquez (Spanyol/Ducati) saat mengunci gelar 2025 di GP Jepang.. (Foto: getty-motogpnews)
Marc Marquez (Spanyol/Ducati) saat mengunci gelar 2025 di GP Jepang.. (Foto: getty-motogpnews)

mobilinanews (Spanyol) - Masuk musim kompetisi 2026, Marc Marquez (Ducati) sangat berpeluang meraih gelar juara dunia kali ke-10. Melampaui rekor Valentino Rossi dengan 9 gelar yang disamakan Marquez pada 2025.

Ia saat ini memang sedang dilanda cidera sejak Oktober lalu, saat ditubruk Marco Bezzecchi (Aprilia) di GP Indonesia, Sirkuit Mandalika, yang untungnya gelar juara dunia 2025 sudah dikunci pada seri sebelumnya di GP Jepang.

Namun kondisinya sudah membaik dan diperkirakan bisa mengaspal lagi saat winter test 2026 digelar di Malaysia.

Marquez sendiri sudah memprediksi musim 2026 dengan menyebut adiknya, Alex Marquez (Gresini), sebagai rival utama dalam perburuan gelar. Tak lain karena performa Alex yang membawanya menjadi runner-up klasemen akhir. Hal lain karena tahun depan ia akan pakai motor dengan spek yang sama dengan Marquez dan Francesco Bagnaia, yakni GP26.

"Saya akan menganggap Alex bukan seorang saudara di lintasan. Saya melihatnya sebagai runner-up kejuaraan dunia," kata Marquez.

Tentu saja MM93 lebih difavoritkan ketimbang adinda sayangnya. Selain skill dan pengalaman, Alex juga belum tentu cepat beradaptasi saat lompat langsung dari GP24 ke GP26.

Jika sukses meraih gelar ke-10 (masing-masing 1 di GP125/Moto3 dan Moto2) dan 8 di kelas primer,  menurut Marquez hal itu tak terlalu penting atau mengesankan baginya. Padahal dengan 8 gelar kelas para raja itu ia sudah melampaui pencapaian sang idola yang kemudian menjadi musuh besarnya, Rossi.

Delapan gelar itu juga membuatnya pembalap kedua sepanjang sejarah sekaligus menyamakan rekor sepanjang sejarah yang dimiliki Giacomo Agostini (Italia) yang juga memetik 8 gelar di kelas GP500 yang kemudian ganti nama jadi MotoGP.

Dari total gelar di semua kelas, Marquez menduduki peringkat 3 di bawah Giacomo (15) dan Angel Nieto (Spanyol/13). Nieto sendiri tak pernah meraih gelar di kelas primer. Hanya menang di level Moto3 sebanyak 7 kali dan 6 kali di kelas 80/50cc.

Tapi, itu semua tak penting bagi Marquez.

"Yang paling penting,  istimewa dan berkesan mendalam adalah gelar dunia pada musim 2025," tandasnya dikutip dari media Spanyol, AS.

Bukan karena itu gelar perdana bersama Ducati, tetapi karena proses panjang dan penuh perjuangan serta pengorbanan yang harus dilakukan Marquez.

"Tentu saja gelar 2025 penuh kenangan, penuh perjuangan. Gelar ini saya perjuangkan dengan sangat keras, saya pertaruhkan segalanya. Sebuah pertaruhan yang ternyata berhasil dan itu membuat saya sangat bahagia."

Ya, Marquez terpuruk dalam 4 musim terakhirnya di Honda setelah meraih gelar keenam kaosnya bersama pabrikan Jepang itu pada 2019. Pada musim 2020 ia alami kecelakaan di GP Spanyol dan cidera berkepanjangan hingga 2023 dan saat  bersamaan RC213V yang dipatok Honda tak lagi kompetitif.

Ia memutuskan pindah ke tim satelit Gresini Ducati pada 2024 tanpa pedulikan bayaran. Mengorbankan penghasilannya yang mencapai 20-an juta Euro per musim di Honda. Ia sudah pancang target untuk dapat kursi di tim pabrikan Ducati pada 2025 dan tarung berebut gelar. Ia kerja keras untuk beradaptasi dengan GP25 karena di Gresini ia pakai spek GP23.

Semuanya berhasil lewat perjuangan kerasnya.

"Kita lihat saja apa yang terjadi di tahun 2026. Kita tidak boleh menganggap remeh segalanya, tetapi yang pasti bagi saya adalah gelar kesepuluh tidak akan lebih baik daripada gelar 2025. mengingat semua yang telah saya lalui untuk meraihnya. Gelar  2025 adalah gelar terpenting saya dari semuanya.” (r)