mobilinanews (Jakarta) – Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan antarkota via jalan tol, mungkin sering merasakan sensasi berkendara yang berbeda. Bunyi ban yang lebih bising dan getaran yang lebih terasa sering kali menjadi keluhan saat melintasi jalan tol baru yang didominasi oleh perkerasan beton (kaku/rigid pavement).
Lantas, mengapa pengelola jalan tol seolah "mengorbankan" kenyamanan aspal yang halus demi beton yang keras? Ternyata, ada pertimbangan besar di baliknya.
1. Menahan Beban "Raksasa"
Jalan tol bukanlah jalan perumahan. Ini adalah jalur nadi logistik yang dilewati kendaraan golongan tertinggi dengan beban gandar yang sangat besar.
Riski Wahyudi, praktisi konstruksi jalan dan jembatan, menjelaskan bahwa desain jalan tol memang harus mampu menopang beban berat secara konsisten. Beton memiliki daya tahan tinggi terhadap deformasi, seperti alur atau cekungan (rutting) yang sering kita temui pada jalan aspal akibat kombinasi beban berat dan cuaca panas.
2. Investasi Jangka Panjang (Hingga 45 Tahun)
Membangun jalan tol adalah bisnis investasi yang mahal. Agar proyek ini menguntungkan secara finansial (feasibility study), jalan tersebut harus memiliki umur panjang dengan biaya perawatan minimal.
Jalan Beton: Dirancang untuk bertahan sekitar 40–45 tahun.
Jalan Aspal: Umumnya membutuhkan pelapisan ulang atau perawatan lebih rutin dalam periode yang lebih singkat.
Dengan umur rencana yang hampir setengah abad, pengelola jalan tol bisa memastikan arus kas investasi tetap sehat tanpa harus terus-menerus menutup jalur untuk perbaikan besar.
3. Solusi "Jalan Tengah": Perkerasan Kombinasi
Pihak pengelola sebenarnya mendengar keluhan pengguna jalan soal kebisingan dan getaran. Solusinya kini mulai diterapkan di beberapa ruas: Perkerasan Kombinasi.
"Untuk menambah tingkat kenyamanan, jalan tol dapat menggunakan perkerasan kombinasi, di mana struktur utama tetap beton, namun dilapisi aspal di bagian permukaannya," ungkap Riski Wahyudi yang juga merupakan Dosen Teknik Sipil Untara.
Sistem "Hybrid" ini memberikan yang terbaik dari kedua dunia:
Beton (Bawah): Sebagai pondasi yang kuat dan tahan lama.
Aspal (Atas): Sebagai penyerap suara dan peredam getaran demi kenyamanan pengemudi.