mobilinanews (Jakarta) – Bagi pengendara dewasa yang sudah melewati fase sekadar "ingin motor kencang" dan mulai mencari paket lengkap antara performa, gengsi, dan kenyamanan jarak jauh, Ducati Multistrada 2026 hadir sebagai jawaban mutlak. Motor ini bukan sekadar alat transportasi; ia adalah manifestasi teknologi Italia yang dirancang untuk menaklukkan aspal tanpa mengorbankan tulang punggung Anda.
Jantung mekanis Multistrada 2026 tetap mengandalkan V4 Granturismo 1158 cc. Dengan tenaga mencapai 170 hp, motor ini memiliki power-to-weight ratio yang sanggup membuat adrenalin Anda berdesir di lintasan lurus, namun tetap halus saat merayap di kemacetan kota.
Bagi mereka yang merasa 170 hp belum cukup, varian V4 RS hadir dengan mesin turunan Panigale V4. Ini adalah "serigala berbulu domba"—kenyamanan motor adventure dengan jiwa murni sebuah track bike.
Salah satu alasan mengapa Multistrada layak menyandang gelar raja adalah kecerdasannya. Ducati tidak hanya memberikan kecepatan, tapi juga keamanan berlapis:
Radar Depan & Belakang: Fitur Adaptive Cruise Control dan Blind Spot Detection membuat perjalanan touring di jalan tol menjadi jauh lebih rileks dan aman.
Suspensi Skyhook Evolution: Sistem semi-aktif ini membaca permukaan jalan secara real-time. Lubang kecil atau aspal tidak rata? Anda hampir tidak akan merasakannya.
Automatic Lowering Device: Fitur yang sangat manusiawi. Motor akan turun secara otomatis saat Anda melambat atau berhenti, memastikan kaki Anda menapak sempurna ke tanah.
| Varian | Karakter Utama | Cocok Untuk |
| Multistrada V4 S | The All-Rounder | Penggunaan harian & touring akhir pekan |
| Multistrada V4 RS | The Speed Demon | Anda yang rindu sirkuit tapi ingin tetap nyaman |
| Multistrada V4 Rally | The Globe Trotter | Penjelajah lintas negara dengan tangki bensin besar |
Di kelas berat ini, Multistrada bersaing ketat dengan BMW R 1300 GS yang legendaris atau KTM 1290 Super Adventure yang garang di medan tanah. Namun, Ducati menang di satu titik krusial: Emosi dan Estetika.
Desain tajam khas Borgo Panigale dan raungan mesin V4 memberikan level prestise yang sulit ditandingi oleh pabrikan Jerman maupun Austria. Jika BMW adalah instrumen presisi, maka Ducati adalah karya seni yang bisa berlari kencang.