F1 2026: Jenson Button Yakin Lewis Hamilton Bangkit dari Keterpurukan Musim Debut di Ferrari

Sabtu, 28/02/2026 10:41 WIB | bagas
Lewis Hamilton #44 (Foto: F1)
Lewis Hamilton #44 (Foto: F1)

Mobilinanews (Bahrain) - Dunia Formula 1 (F1) sedang menantikan pembuktian dari salah satu pembalap terhebat sepanjang masa, Lewis Hamilton. Setelah melewati musim debut yang penuh tantangan bersama Ferrari pada 2025, optimisme kini membumbung tinggi menyambut regulasi baru tahun 2026.

Mantan rekan setim sekaligus juara dunia 2009, Jenson Button, memberikan dukungan penuh bagi Hamilton untuk merebut kembali tahta tertingginya. Kepindahan Hamilton ke Ferrari dari Mercedes pada 2025 merupakan salah satu berita terbesar dalam sejarah F1. 

Namun, kenyataan di lintasan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Untuk pertama kalinya dalam karier gemilangnya, Hamilton menyelesaikan musim tanpa satu pun podium, sebuah statistik yang mengejutkan bagi peraih tujuh gelar juara dunia. 

Button mengakui bahwa melihat perjuangan Hamilton tahun lalu adalah hal yang berat bagi siapapun yang mengenal kemampuannya dan berharap dengan adanya regulasi baru, ia kembali menemukan tajinya di balik jet darat.

Keunggulan utama Hamilton musim depan terletak pada keterlibatannya dalam pengembangan mobil. Button menyatakan keyakinannya bahwa Hamilton akan memiliki masukan besar dalam desain kendaraan sehingga sesuai dengan gaya balapnya yang unik. 

Keinginan kolektif para penggemar balap adalah melihat Ferrari kembali bersaing di barisan depan, dan lebih penting lagi, melihat Hamilton bertarung memperebutkan gelar juara dunia kedelapannya yang bersejarah.

"Sangat sulit melihat Lewis di tahun 2025. Kami menjadi rekan satu tim selama tiga tahun dan saya sangat memahami betapa hebatnya dia, jadi sungguh berat melihatnya kesulitan,” ungkapnya mengutip siaran F1, Sabtu (28/2/2026).

“Dengan adanya perubahan regulasi baru, kita berharap akan melihat Lewis kembali ke performa terbaiknya. Kita semua juga ingin melihat Ferrari berada di barisan depan dan kita semua ingin melihat Lewis bertarung di posisi depan lagi,” terangnya.

Mengenang masa lalu, Button berbagi cerita tentang keberaniannya bergabung dengan McLaren pada 2010 untuk menantang Hamilton. Meskipun Ross Brawn memperingatkannya bahwa itu adalah sebuah kesalahan, Button justru menikmati persaingan tersebut.

Baginya, memenangkan balapan dan mengalahkan Hamilton dalam mobil yang identik adalah pencapaian yang setara dengan memenangkan gelar juara dunia. Rasa hormat yang mendalam ini mendasari keyakinannya bahwa api kompetisi pada Hamilton belum padam.

"Saya menjadi rekan tim Lewis selama tiga tahun dan, ketika saya meninggalkan Brawn pada 2009 sebagai Juara Dunia, saya membutuhkan tantangan baru dan tantangan itu adalah menghadapi Lewis Hamilton,” ujar Button.

Memenangkan balapan dan mengalahkan Lewis Hamilton di mobil yang sama hampir terasa seperti memenangkan Kejuaraan Dunia, itu tidak cukup sering terjadi, tetapi rasanya sangat istimewa. Saya memiliki rasa hormat yang besar terhadapnya,” tambahnya.

Menanggapi usia Hamilton yang kini menginjak 41 tahun, Button menganggapnya masih dalam masa produktif, terutama jika melihat Fernando Alonso yang masih kompetitif di usia yang lebih tua.

"Dia masih muda. Dia berusia 41 tahun dan saya masih menganggap itu muda. Saya sendiri berusia 46 tahun dan Fernando Alonso pun masih membalap. Penting bagi kita sebagai atlet untuk memahami bahwa ada dunia di luar olahraga dan itu menyenangkan,” pungkasnya.