mobilinanews (Yogyakarta) – Buat kamu yang berencana ke Yogyakarta dalam waktu dekat, sepertinya harus mulai menyiapkan mental ekstra di jalan. Gelombang awal mudik Lebaran 2026 sudah mulai terasa di DIY. Hingga pertengahan Maret ini, tercatat lebih dari 175.000 unit kendaraan telah masuk ke wilayah Yogyakarta.
Menariknya, tren mudik tahun ini masih menunjukkan pola yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya: Sepeda motor tetap mendominasi.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DIY per 14 Maret 2026, terjadi ketimpangan yang cukup mencolok antara jumlah roda dua dan roda empat. Berikut rinciannya:
Sepeda Motor: 129.194 unit (Mendominasi pergerakan)
Mobil Pribadi: 32.987 unit
Truk: 8.965 unit
Bus: 3.871 unit
Secara total, ada 175.017 kendaraan yang masuk Jogja, sementara yang keluar tercatat sebanyak 158.511 unit. Angka ini mencakup pemudik lintas provinsi hingga mobilitas lokal dari kota penyangga seperti Klaten dan sekitarnya.
Kalau kamu lewat jalur timur atau barat, perhatikan titik-titik krusial ini:
Sisi Timur (Kikis Joholanang): Arus masuk sangat tinggi, mencapai hampir 42 ribu kendaraan.
Jalur Prambanan: Arus keluar justru lebih padat (28.948 unit) dibanding arus masuk.
Sisi Barat (Temon/Daendels): Kendaraan masuk mencapai 7.810 unit, hampir dua kali lipat dari arus keluar.
Pihak Dishub DIY memprediksi bahwa kepadatan yang kita lihat sekarang barulah "pemanasan". Catat tanggal penting berikut agar kamu bisa mengatur jadwal perjalanan:
Puncak Arus Mudik: Diprediksi jatuh pada 18–19 Maret 2026.
Puncak Arus Balik: Diprediksi jatuh pada 23–24 Maret 2026.
Mengingat dominasi sepeda motor yang sangat tinggi, risiko kelelahan dan blind spot di jalanan meningkat. Pastikan kondisi fisik fit, cek tekanan ban, dan jangan memaksakan diri berkendara jika mata sudah mulai redup.
Stay safe di jalan, dan selamat sampai tujuan!