mobilinanews (Jepang) - Dalam dua race awal di GP Australia dan China, terbukti kalau manajemen tenaga listrik cukup krusial untuk menentukan kemenangan atau posisi di garis finish Ternyata, hal sama berlaku di single lap atau kualifikasi.
Banyak pembalap yang mengeluhkan regulasi itu. Hanya satu lap tapi mereka disibukkan oleh pengaturan gaya balap untuk memenej isi baterai mobil masing-masing.
Setelah muncul keluhan terutama seputar kualifikasi, FIA melakukan perubahan pada batas pengisian daya untuk sesi penentuan posisi start di Suzuka.
Berdasarkan peraturan, jumlah energi maksimum yang dapat dipulihkan dalam satu putaran ditetapkan sebesar 9,0 MJ (Mega Joule).
Untuk mencapai tingkat pemulihan energi yang tinggi tersebut, para pembalap terpaksa mengubah gaya mengemudi mereka secara fundamental dalam sesi kualifikasi.
Alih-alih hanya berfokus untuk memaksimalkan performa di lintasan, penekanan telah bergeser ke pengelolaan pengisian daya baterai secara hati-hati, yang juga terjadi di dua grand prix sebelumnya.
Charles Leclerc (Ferrari), misalnya, merangkum rasa frustrasi akibat regulasi itu.
"Tidak mungkin lagi untuk memacu mobil habis-habisan di kualifikasi karena Anda harus mengatur energi, dan itu sangat mengecewakan bagi saya karena kualifikasi selalu menjadi tempat saya dapat mengeluarkan performa terbaik," kata Leclerc yang selama ini diakui sebagai salah satu pembalap terbaik di sesi kualifikasi.
Keluhan itu pun didengar FIA. Regulator balap mobil dunia ini langsung mengubah aturan tersebut. Caranya dengan mengurangi batas 9,0 MJ menjadi 8,0 MJ dan berlaku pada kualifikasi GP Jepang pada Sabtu (28/3).
Meskipun perbedaannya hanya 1,0 MJ, para pembalap seharusnya tidak lagi dipaksa untuk menggunakan teknik mengangkat pedal gas dan meluncur yang tidak alami selama putaran kualifikasi atau mengambil tikungan dengan gigi yang lebih rendah daripada yang biasanya untuk area tersebut.
Pada intinya, perubahan yang diperkenalkan oleh FIA akhir pekan ini seharusnya memungkinkan kembalinya gaya mengemudi yang lebih alami, di mana para pembalap dapat sepenuhnya menunjukkan kemampuan mereka untuk mengeluarkan performa puncak dari mobil tanpa terlalu dibatasi oleh masalah manajemen energi.
Mungkin berlebihan untuk menyebut perubahan ini sebagai revolusioner, tetapi ini memang mengarahkan Formula 1 ke arah kepastian bahwa aksi di lintasan lebih akurat mencerminkan performa sebenarnya dari mobil dan pengemudinya di dalam kokpit.
Tentu saja, aturan yang dirancang khusus untuk kualifikasi jauh lebih mudah diterapkan, mengingat aturan tersebut hanya berlaku untuk satu putaran cepat.
Namun, ini merupakan langkah pertama, sebagaimana juga digarisbawahi oleh FIA dalam pernyataan yang dirilisnya. Proses penyempurnaan penerapan aturan manajemen energi pada unit pembangkit listrik masih dalam tahap awal dan akan terus dievaluasi.
Perubahan ini diharap menjadikan sesi kualifikasi lebih menarik karena pembalap lebih bertumpu pada kemampuan paket mobil dan skill mengemudi daripada ketergantungan pada cadangan energi pada baterai.
Dengan keluhan di atas, tentu saja Leclerc akan diuntungkan oleh perubahan mendadak ini. Apakah benar demikian, mari tunggu tiga phase kualifikasi (Q1, Q2 dan Q3) pada Sabtu sore nanti. (r)