Mobilinanews (Banjarbaru) - Lintasan gravel Borneo yang menantang menjadi saksi bisu sebuah drama kebangkitan yang luar biasa, tepatnya dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2026 putaran 1 dan 2 pada akhir pekan kemarin.
Pereli DMO Pertamax Turbo Fin+, Donny M, berhasil membalikkan keadaan dari keterpurukan menjadi sebuah kemenangan emosional dengan mengamankan podium kedua di kelas M1 pada seri kedua ajang tersebut.
Pencapaian ini menjadi sangat istimewa mengingat Donny sempat terhempas pada hari pertama akibat kendala teknis yang cukup serius.
Badai melanda pada hari Sabtu saat Subaru STI yang dipacu Donny mengalami kerusakan pada sistem drivetrain sesaat setelah melakukan jumping di SS4. Insiden tersebut memaksa tim untuk mengibarkan bendera putih lebih awal dengan status Did Not Finish (DNF).
Namun, kekecewaan tersebut justru menjadi bahan bakar bagi tim mekanik yang langsung bergerak cepat melakukan perbaikan total sepanjang malam untuk memastikan mobil kembali dalam kondisi tempur.

“Sabtu kemarin kita kurang beruntung. Subaru STI kena trouble drivetrain sewaktu jumping di SS4 dan harus DNF. Tapi tim luar biasa. Mekanik langsung lembur bongkar gardan dan cek ulang semua sistem,” ujar Donny, mengutip keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Kombinasi antara kerja keras kru dan determinasi sang pembalap langsung membuahkan hasil manis di hari berikutnya. Tampil tanpa kendala teknis sejak SS1 hingga garis finis, Donny sukses membuktikan bahwa kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda.
Ia menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari kekuatan mental seluruh tim yang menolak untuk menyerah pada keadaan. “Ini bukti mental tim kita kuat. Sekali jatuh, besoknya langsung bangkit dan bisa juara P2 di kelas M1,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Kunci keberhasilan ini juga terletak pada perubahan strategi yang dilakukan Donny bersama navigatornya, Pramurahardjo. Belajar dari pengalaman sebelumnya yang cenderung terlalu agresif, mereka memilih untuk lebih taktis dan sabar demi menemukan ritme.

“SS1 sampai SS2 kami pakai untuk recovery feeling dulu. Cari grip dan dengarkan suara mobil. Baru setelah itu push bertahap. Pacenote juga kami revisi berdasarkan video on board hari sebelumnya,” jelas Donny mengenai pendekatan barunya di lintasan.
Tak hanya itu, selain faktor teknis dan strategi, soliditas dukungan dari mitra strategis seperti Pertamina Pertamax Turbo, Fin+, dan Rocket Racing Bali menjadi pilar utama dalam proses pemulihan kilat ini.
Dukungan moral dari para sponsor diakui Donny sebagai suntikan energi yang membuat tim tetap fokus memberikan yang terbaik meskipun baru saja mengalami kegagalan.
“Sponsor nggak cuma nempel logo, tapi benar-benar kasih fighting chance buat tim. DNF Sabtu nggak bikin mereka mundur, justru Minggu disupport lebih kencang,” tambah Donny.
Sayangnya, nasib berbeda harus dialami oleh pereli lainnya, Aldio Oekon. Berpasangan dengan Respati Adhi di balik kemudi Hyundai i20 N Rally2, Aldio harus menelan pil pahit setelah mengalami insiden.

Dalam kecepatan tinggi yang mengakibatkan kerusakan berat pada kendaraannya, benturan keras tersebut membuat kemudi mobil terkunci dan memaksa mereka untuk mengakhiri persaingan lebih awal.
"Resiko rally gravel memang seperti itu. Kita sudah mencatat caution di pacenote, tapi posisinya berubah. Dan kejadiannya pas high speed. Impactnya keras banget sampai setir langsung ngelock kanan," tutup Aldio merefleksikan kerasnya kompetisi di Borneo kali ini.
Keberhasilan Donny M di lintasan Banjarbaru ini tidak hanya sekedar menambah koleksi trofi di lemari juara, namun juga menjadi pernyataan tegas mengenai pentingnya sinergi antara kesiapan teknis, strategi yang matang, dan mentalitas pantang menyerah.
Di tengah persaingan sengit Kejurnas Rally 2026, drama di gravel Borneo ini mengingatkan bahwa dalam dunia motorsport, hasil akhir seringkali ditentukan oleh mereka yang mampu bangkit paling cepat setelah terjatuh.
Kini, fokus tim DMO Pertamax Turbo Fin+ dipastikan akan langsung beralih pada persiapan seri selanjutnya. Mereka siap kembali menebar ancaman bagi para rival, sekaligus menjaga momentum positif untuk terus bersaing di papan atas klasemen pereli nasional musim ini.