Mobilinanews (Portimao) - Ajang balap World Sportbike (WorldSPB) 2026 yang menjadi salah satu bagian dari kejuaraan FIM World Superbike (WorldSBK) resmi dimulai di Sirkuit Portimao, Portugal, pada akhir pekan 28-29 Maret 2026.
Dalam World SPB 2026 ini, fokus utama pecinta balap Tanah Air tentu tertuju pada sosok Arai Agaska, salah pembalap muda berbakat asal Nusa Tenggara Barat (NTB) binaan Yamaha Racing Indonesia.
Tampil sebagai debutan, Arai yang memperkuat tim ProGP Niti Racing bersama rekan senegaranya Felix Putera Mulya datang dengan kepercayaan diri tinggi berbekal status runner-up R3 bLU cRU World Cup musim lalu.
Menjelang dimulainya kompetisi, semangat juang terpancar jelas dari pernyataan Arai Agaska yang begitu antusias menghadapi level persaingan yang lebih tinggi. Ia mengakui bahwa trek ini memiliki nilai emosional tersendiri baginya.
“Tampil di World Sportbike memberikan challenge baru yang telah saya nantikan, diawali dengan race di Portimao dimana terdapat memori manis podium,” ungkapnya mengutip keterangan resminya, Minggu (29/3/2026).
“Keberhasilan itu memotivasi saya untuk berjuang penuh agar mendapatkan hasil maksimal kali ini. Saya berharap dapat memulai adventure musim ini dengan positif di Portimao,” terang Arai Agaska.
Optimisme ini bukan tanpa alasan, Arai menargetkan untuk bisa menembus posisi 5 besar di klasemen musim ini. Pengalamannya menaklukkan sirkuit-sirkuit Eropa menjadi modal krusial dalam mengasah kemampuan teknis dan mentalitasnya di panggung internasional.

Race 1 WorldSPB Portugal berlangsung dalam kondisi lintasan kering dengan suhu aspal mencapai 41°C. Arai Agaska yang menggeber Yamaha YZF-R7 bersama tim ProGP NitiRacing memulai balapan dengan penuh perhitungan.
Persaingan di barisan depan berlangsung sangat ketat sejak lampu start padam, di mana pembalap seperti M. Vannucci dan F. Fleerackers tampil kompetitif, saling bergantian memimpin jalannya lomba.
Arai terus berusaha mempertahankan ritme balapnya di tengah kepungan pembalap-pembalap tangguh dunia. Berdasarkan data teknis, Arai mencatatkan top speed hingga 243,0 km/jam dan waktu lap terbaik 1 menit 50,492 detik yang diraih pada lap ketiga.
Ia secara konsisten mencoba merangsek naik dari posisi bawah, menunjukkan kegigihannya dalam beradaptasi dengan karakter motor R7 di sirkuit sepanjang 4,492 meter yang terkenal dengan ‘roller coaster’ yang menantang.
Namun, balapan yang direncanakan berlangsung selama 12 lap ini harus mengalami kendala serius. Berbagai insiden kecelakaan terjadi di lintasan, mulai dari terjatuhnya G. Sanchez di awal balapan hingga kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa pembalap.
Bahkan, salah satu rekan senegaranya, Felix Putera Mulya yang juga menjadi harapan bagi pecinta balap di Tanah Air juga mengalami insiden tepatnya di Tikungan 1 pada putaran keempat yang membuatnya tidak dapat melanjutkan kompetisi.
Puncaknya, pada putaran kelima, Red Flag atau bendera merah resmi dikibarkan setelah insiden yang melibatkan K. Beekmans dan F. Seabright. Kondisi ini memaksa sesi dihentikan lebih awal demi alasan keselamatan para pembalap.
Sesuai regulasi balap saat terjadi Red Flag, hasil akhir ditentukan berdasarkan posisi pada lap terakhir. B. Ieraci dari tim CM Triumph Factory Racing keluar sebagai pemenang Race 1, disusul J. Buis di posisi kedua dan O. Salvador di podium ketiga.
Arai Agaska berhasil menyelesaikan balapan perdana ini dengan menempati posisi ke-20. Meski target menembus 5 besar belum tercapai di seri pembuka ini, performa Arai menunjukkan progres yang stabil.
Secara detail, ia mencatatkan waktu total 9 menit 43,461 detik hingga putaran kelima. Jika melihat analisis per sektor, kecepatan Arai di Sektor 3 yang mencapai 23,677 detik membuktikan bahwa ia mampu bersaing dalam hal akselerasi di bagian teknis sirkuit.
Hasil ini menjadi langkah awal yang berharga bagi Arai Agaska untuk menimba pengalaman di kelas WorldSPB. Dengan begitu,perjalanan Arai di musim 2026 masih panjang, dan potensi untuk meraih hasil maksimal di seri-seri berikutnya tetap terbuka lebar.