Tips Aman Dan Nyaman Berboncengan Ala Wahana Honda Motor, Nomor 6 Dilarang Boti

Selasa, 03/03/2020 12:01 WIB
Banar Giwantono


Tips Aman Dan Nyaman Berboncengan Ala Wahana Honda Motor, Nomor 6 Dilarang Boti (ist)
Tips Aman Dan Nyaman Berboncengan Ala Wahana Honda Motor, Nomor 6 Dilarang Boti (ist)

motorinanews, Jakarta - Menjadi penumpang sepeda motor atau boncenger tidak bisa main asal duduk saja di jok belakang, Motorinalovers.

Agar aman dan nyaman menurut kaca mata safety riding, harus ada aturannya. Perlu digaris bawahi, bahwa boncengan tidak sekedar duduk berdua di atas motor, karena ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Mulai dari gaya berkendara, perlengkapan berkendara, penempatan tangan yang dibonceng, hingga kondisi motor dan pakaian juga penting untuk diperhatikan!

Berikut beberapa tips aman dan nyaman berbooncengan ala Wahana Honda Motor, yang dilansir dari laman web-nya;

1. Gaya berkendara

Membawa penumpang di belakang, pastinya membuat lebih berat ketika berkendara. Oleh karena itu, sesuaikanlah gaya berkendara Motorinalovers.

Karena motor jadi kurang lincah, Motorinalovers harus lihai dalam memperhitungkan waktu dan jarak ketika akan mendahului kendaraan di depan, maupun saat hendak melakukan pengereman. 

2. Perlengkapan berkendara

Pengemudi maupun boncengers, harus menggunakan perlengkapan safety riding. Misalnya helm standar SNI, jaket dengan bahan taslan yang tebal, sarung tangan dan sepatu.

 Oh ya, jangan pernah memakai sandal ketika naik motor. Apalagi jika akan menempuh jarak jauh.

3. Panduan berpegangan

Usahakan boncengers untuk memegang pinggul pengemudi. Ini bukan modus, tapi demi keamanan.

 Saat boncengers memegang pinggul pengendara, ia akan tetap “terhubung” dengan gerakan pengendara dan lebih stabil. Selain itu, hindari untuk melakukan gerakan yang tidak perlu.

4. Stamina motor

Pastikan motor kesayangan yang dikendarai dalam kondisi prima. Periksa tekanan angin ban, kembangan ban, kekuatan rem dalam mencengkeram, maupun suspensinya. Lakukan pemeriksaan ini secara rutin, terlebih kalau motor sering dipakai untuk berboncengan.

5.Pakaian yang dikenakan

Pastikan boncengers tidak memakai baju yang terlalu panjang. Sebab, pakaian yang menjuntai-juntai, bisa masuk ke jeruji dan membahayakan keselamatan.

 Selain itu, pakaian panjang juga beresiko menutupi lampu sen maupun lampu rem di bagian belakang motor.

6. Jangan boti (bonceng tiga)

Dengan alasan apapun, boti atau bonceng tiga ini sangat berbahaya untuk keselamatan. Bahkan ada ketentuan mengenai jumlah penumpang motor, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan.

Jika kedapatan melanggar, Motorinalovers bisa dikenai pidana kurungan penjara maksimal satu bulan, maupun denda paling banyak Rp 250 ribu.

Namun yang perlu diingat, ini bukan perkara denda, melainkan juga keselamatan. Sebab, keberadaan penumpang saja sudah mengurangi kelincahan dalam berkendara. Belum lagi jika ditambah penumpang lainnya, tentu saja makin sulit menjaga keseimbangan. (Banar)

Tag

Terpopuler

Terkini