MotoGP 2025 Spanyol: 3 Bintang Cemerlang di Jerez, Tanpa Francesco Bagnaia

Minggu, 27/04/2025 21:42 WIB
Rulin purba


Alex Marquez (Gresini Ducati), kemenangan perdana di kelas primer. (Foto: rbcp-motorsportweek)
Alex Marquez (Gresini Ducati), kemenangan perdana di kelas primer. (Foto: rbcp-motorsportweek)

mobilinanews (Spanyol) - Bukan hanya penonton yang membludak lebih dari 224 ribu orang, GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (27/4), menghadirkan warna baru berkompetisi. Ada tiga aktor yang layak dapat 3 jempol.

Mereka dari tim berbeda yang setidaknya juga memberi hiburan yang berbeda dari seri sebelumnya.

Mereka adalah: 

ALEX MARQUEZ (Gresini Ducati)

Meski pakai Desmosedici lawas, GP24 dibandingkan GP25 milik Francesco Bagnaia, Alex membuktikan diri lebih kompetitif dibandingkan Bagnaia yang juara dunia 2022 dan 2023.

Strt dari P4, adinda sayang Marc Marquez itu meraih kemenangan perdana sepanjang karirnya setelah konsisten naik podium di musim 2025 ini. Kemenangan ini kembali membawanya ke puncak klasemen kejuaraan dengan nilai 140, hanya unggul 1 poin dari Marc di urutan kedua.

Kemenangan ini juga bersejarah buat MotoGP dan terlebih keluarga Marquez. Ini rekor dimana pembalap bersaudara di MotoGP sukses meraih kemenangan. Espargaro Bersaudara, Aleix dan Pol, yang merupakan pasangan saingan keras Marquez Bersaudara sejak level yunior, tak pernah bisa meraih hasil itu sampai keduanya pensiun dari balap regular MotoGP. Pol dengan jumlah start 169, tak pernah juara dan naik podium hanya 8 kali. Abangnya, Aleix, beruntung bisa petik 3 kemenangan.

Wajar kalau Alex sangat menggebu-gebu dalam victory lap-nya. Begitu pun kru Gresini di paddock, penuh ceria plus airmata bahagia.

"Luar biasa, sangat luar biasa! Sangat bahagia meraih kemenangan perdana ini di negeri sendiri, di depan penggemar yang begitu banyak," kata Alex.

FABIO QUARTARARO (Yamaha)

Meraih pole position dan finish sebagai runner up, ini podium yang begitu panjang dalam penantian. Dalam situasi dimana Yamaha M1 sama sekali tidak diperhitungkan di tengah dominasi Ducati. Kali terakhir Quartararo meraih podium adalah finish P3 di GP Indonesia, Sirkuit Mandalika, edisi 2023.

Kalau di sprint race kemarin ia sudah merasa luar biasa karena memimpin balapan sepanjang satu setengah lap, kini perasaannya sangat luar biasa karena menjadi leader sepanjang 10 lap pertama dari 25 lap durasi lomba. Masalah ban yang selama ini membelit Yamaha kembali jadi problem sehingga tak lagi bisa mengejar setelah disalip Alex pada lap 11.

Juara dunia 2021 itu pun dianugerahi predikat Rider of the Race alias pembalap terbaik pilihan penonton di GP Spanyol.

"Benar-benar di luar dugaan. Prnantian yang sangat panjang. Sulit mengejar Alex karena ia berada di level yang berbeda. Saat sama juga tak mudah untuk tetap  bertahan di depan Pecco (Bagnaia). Jadi, saya super happy kembaki ke podium. Sampai jumpa di LeMans," katanya.

Artinya, semangat El Diablo sangat tinggi menyongsong seri balap selanjutnya di negerinya sendiri, GP Prancis di Sirkuit LeMans.

MARC MARQUEZ (Ducati)

Start dari P2, Marquez langsung agresif dan fight dengan Bagnaia yang berada di P3. Saking ketatnya jarak, keduanya sempat kontak badan. 

Marquez pun lantas ambruk di lap 3, ndlosor ke luar lintasan.

Tapi, hebatnya, ia bangkit dan lanjutkan balapan dari posisi ke-21. Tetap bersemangat, beraksi seperti berjuang untuk menang meski terdapat beberapa kerusakan di komponen motornya. Dengan aksi menyalip yang cerdik dan khas Marquez di sudut sempit, ia menapak dengan 'menelan' satu demi satu pembalap di depannya.

Akhirnya, MM93 sukses finish di zona poin. Di urutan 12 dengan tambahan 4 poin. Sebuah contoh semangat pantang menyerah untuk berebut poin berapa pun jumlahnya. Karena dalam sebuah kompetisi panjang seperti MotoGP, sebiji poin pun bisa jadi perbedaan di akhir kejuaraan.

Semangat dan hasil 4 poin itu membuat Marc layak jadi bintang. Apalagi, kali ini kembali terbukti apa yang ia ucapkan sebelum balapan.

"Saya kira Alex dan Pecco, juga Fabio, akan fight satu sama lain," katanya jelang main race GP Spanyol, dan benar.

Kala jelang GP AS silam, Marc menolak memastikan kemenangan di Sirkuit favoritnya dengan banyak kemenangan di sana sehingga dijuluki King of COTA.

"Saya manusia biasa. Tak mungkin bisa selalu menang. Bisa gagal sewaktu-waktu. Bisa dalam balapan nanti atau seri selanjutnya."

Dan, itu juga benar. Ia jatuh dan DNF saat memimpin 2 detik dari Bagnaia.

Nah, Bagnaia sendiri tampil monoton di Jerez hari ini, kecuali pada momen ia tampak agresif melawan Marquez di awal balapan.

"Tak ada alasan. Saya memang lebih lambat. Selamat untuk Alex dengan kemenangan perdananya. Selamat juga buat Fabio, ia tampil fantastis," kata Bagnaia yang tetap dinperingkat 3 klasemen kejuaraan, tetapi semakin jauh dari Marquez Bersaudara. Kalah 20 angka dari Alex, dan 19 dari Marquez. (r)

 

Tag

Terpopuler

Terkini