mobilinanews (Finlandia) - Sejatinya pereli gaek Sebastien Ogier (Prancis, 41 tahun) hanya tampil paroh waktu di gelanggang WRC 2025, seperti tahun lalu. Tapi, gairah tempurnya terpicu untuk meraih gelar WRC kali ke-9.
Sudah 9 seri WRC digelar tahun ini dan menyisakan 5 seri sisa di depan. Ogier baru ikut 6 lomba dan seluruhnya berakhir dengan posisi podium. Termasuk di Rally Finlandia dua hari lalu yang membuatnya kini berpeluang meraih gelar 2025.
Sebagai peserta part time, tim Toyota Gazoo Racing sejak awal memasang Ogier hanya untuk membantu perolehan poin di kejuaraan manufaktur. Untuk urusan gelar juara dunia perally diserahkan kepada Elfyn Evans dan Kalle Rovanpera sebagai peserta regular.
Faktanya seusai seri Finlandia, Ogier kini masuk 4 perally yang berpotensi besar meraih gelar 2025. Masing-masing Evans yang masih memimpin klasemen dengan total poin 176, diikuti Rovanpera (173), Ogier (163) dan driver tim Hyundai Ott Tanak (163).
"Enam balapan dengan 6 podium. Saya tak boleh mengeluh dengan hasil itu," kata Ogier kepada media Autosport.
"Saat ini ada 4 pembalap yang bersaing meraih gelar, sungguh menyenangkan menjadi bagian dari pertarungan 4 arah ini," imbuh Ogier yang sudah mengumpulkan 8 trofi peraih gelar WRC.
Ia pun tak menutupi fakta kalau posisi ini membuatnya tergoda untuk ikut konstestasi ke seri berikutnya di Paraguay. Mencoba meraih 9 gelar sekaligus menyamai rekor perally Prancis lainnya, Sebastien Loeb.
"Orang-orang sudah bertanya kepada dan saya tidak menyembunyikan apa pun tentang fakta bahwa saya akan menuju reli berikutnya di Paraguay. Itu sudah direncanakan bahkan sebelum minggu ini."
Sangat mungkin Ogier akan melihat hasil di Paraguay nanti untuk mengevaluasi lagi hasratnya untuk melanjutkan perburuan gelar.
Di pihak lain, Team Principal TGR Jari-Matti Latvala menyebut penampilan Ogier di Paraguay belum diputuskan.
"Kami akan lihat kemungkinannya," tegas mantan perally top Finlandia itu.
Evans yang tengah diserang Rovanpera dalam perburuan poin justru berharap Ogier yang menjadi rival kuatnya meraih gelar tahun ini, gelar pertamanya setelah 4 musim berturut hanya finish runner-up.
"Ini akan menyenangkan. Ia (Ogier) bisa melakukan apa saja yang ia inginkan. Ini adalah kejuaraan dunia yang oada akhirnya Anda harus mengalahkan siapa pun," kata Evans.
Ya, dalam 5 seri sisa, mungkin saja ia berpikir lebih nyaman melawan Ogier yang selisih poinnya 13 dibandingkan Rovanpera yang hanya terpaut 3 poin. (r)