mobilinanews (Austria) - Sepanjang karir di kelas primer, Marc Marquez sudah meraih 70 kemenangan. Tapi, tak sekalipun ia juara di GP Austria. Akankah pecah telor pada akhir pekan ini? Atau kembali jadi milik Francesco Bagnaia?
Usai liburan, sirkus balap MotoGP menggelegar kembali lewat GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, trek kandang tim Red Bull KTM. Tapi, faktanya justru Ducati yang meraja di sana dengan memborong 9 gelar juara beruntun dalam 9 balapan sejak 2016.
Fakta lain, ini yang menarik, Marquez tak pernah juara di situ. Trek dengan jumlah tikungan hanya 10 itu salah satu lintasan yang bukan favoritnya. Tapi, dengan dominasinya sepanjang tahun ini di atas motor pabrikan Ducati, menarik menanti dirinya akan pecah telor di Red Bull Ring sekaligus meraih kemenangan Ducati kali ke-10 beruntun.
Buat Marquez yang tahun ini sudah mengoleksi 381 poin dan kandidat kuat juara dunia 2025, kemenangan perdana di Austria adalah tantangan menarik namun belum tentu berat. Yang pasti, ia penasaran.
"Saya tak pernah juara di situ. Hanya menikmati duel seru berebut P1 hingga lap dan tikungan terakhir," kenang Marquez merujuk duel sengitnya melawan Andrea Dovizioso pada musim 2017, kala ia di atas Honda dan Dovi di Ducati.
"Usai liburan saya siap memulai paroh kedua musim ini dengan hasil sebaik mungkin," imbuh Marquez tanpa menyebut tegas menargetkan kemenangan.
Dengan dominasi Ducati di Austria dan dominasi Desmosedici musim ini maka bakal lawan berat Marquez diprediksi juga anak Ducati.
Penantang yang sangat memungkinkan dan bakal punya drama tersendiri adalah rekan satu timnya sendiri di Lenovo Ducati, Francesco Bagnaia. Ia tiga kali juara beruntun di Red Bull Ring pada 2022, 2023 dan 2024.
Statistik apik itu memang tak bisa jadi rujukan untuk kembali jadi juara. Namun setidaknya itu mendorong kepercayaan diri Bagnaia karena trek ini sangat teknis dan ia bisa jadi lebih menguasai aspek teknikal itu ketimbang Marquez.
Menarik karena kepercayaan diri itu adalah kelemahan terbesar Bagnaia sepanjang musim 2025 ini. Termasuk dalam hal membangun setingan motornya.
Ia sendiri sudah bertekad, GP Austria menjadi arena restart untuk menjalani paroh kedua kompetisi 2025 dengan sisa 10 balapan. Motivasinya kembali melambung karena targetnya sekarang ini adalah meraih poin lebih untuk meraih gelar runner-up di akhir musim 2025. Mengambil alih posisi yang selama ini dipegang Alex Marquez (Gresini Ducati).
"Saya ingin segera kembali ke trek ini, trek yang tiga tahun terakhir memberi hasil terbaik, " ucap Bagnaia lewat rilis resmi Lenovo Ducati.
Dengan tak lagi menargetkan gelar dunia tahun ini, beban psikologis Bagnaia bisa jadi berkurang drastis. Beban yang yang ia pikul sejak dipasangkan dengan Marquez, pasangan yang justru membuat pikirannya kacau. Ya, kini seharusnya Bagnaia bisa bermain lepas, tanpa beban di hati. Siapa tahu dengan sikap itu ia malah bisa fight head to head melawan Marquez.
Fans MotoGP kini boleh berharap, Marquez versus Bagnaia bisa menyajikan pertarungan keras di raceday. Kalau bisa, fight sampai tikungan terakhir seperti Marquez versus Dovi di musim 2017.
Tahun lalu bersama Gresini Ducati, Marquez hanya finish P4 di GP Austria. Kalah dengan rider Ducati lainnya - Bagnaia (Ducati), Jorge Martin (Pramac Ducati) dan Enea Bastianini (Ducati). (r)