Mobilinanews.com (Jakarta) - Kalian udah rajin servis motor sesuai jadwal, rutin ganti oli, bahkan filter udara pun selalu dicek.
Tapi anehnya, kenapa motor masih terasa boros dan tarikannya tetap loyo?
Kalau kamu mengalami hal ini, bisa jadi penyebabnya bukan di bengkel — tapi di hal-hal kecil yang sering diabaikan.
Yuk, bahas satu per satu faktor tersembunyi yang bisa bikin konsumsi bensin motor tetap boros, meski servisnya sudah rutin!
Ini masalah klasik tapi sering banget dilupakan.
Ban yang kekurangan angin bikin permukaannya makin lebar menempel di aspal, sehingga gesekan meningkat dan mesin harus kerja lebih keras.
Efeknya? Bensin jadi lebih cepat habis.
Walaupun motor baru saja diservis, kalau tekanan ban gak sesuai standar, hasilnya tetap saja boros.
Tips:
Cek tekanan ban minimal seminggu sekali.
Gunakan standar pabrikan — misalnya 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk ban belakang pada motor matic harian.
Kalian sering gas mendadak, ngerem mendadak, atau ngebut-ngebut di jalan macet?
Kebiasaan ini bikin mesin kerja lebih berat dan sistem injeksi harus menyemprot bahan bakar lebih banyak.
Servis rutin gak akan banyak membantu kalau gaya berkendara kalian seperti ini setiap hari.
Tips:
Tarik gas secara halus dan stabil.
Selain bikin bensin lebih irit, mesin juga jadi awet dan getaran motor berkurang.
Boncengan dua orang dewasa plus barang bawaan berat = kerja mesin dua kali lipat.
Belum lagi kalau tekanan angin ban kurang — kombinasi sempurna buat bikin bensin cepat habis.
Servis rutin gak akan bisa mengatasi efek ini, karena masalahnya ada pada beban dan distribusi tenaga.
Tips:
Kurangi membawa barang yang gak perlu.
Kalau terpaksa bawa banyak barang, tambahkan tekanan ban sedikit dan hindari jalan menanjak atau rusak.
Ini salah satu penyebab utama yang sering terlewat di bengkel.
Banyak mekanik fokus ke oli dan filter, tapi lupa setel klep atau bersihkan injektor.
Padahal kalau klep terlalu rapat atau longgar, pembakaran jadi gak sempurna.
Begitu juga injektor yang kotor bisa bikin semprotan bensin gak optimal, bikin motor terasa boros dan ngempos.
Tips:
Minta mekanik untuk cek dan setel klep setiap 10.000–15.000 km.
Bersihkan injektor di jarak tempuh yang sama, terutama kalau sering pakai BBM oktan rendah.
Ini juga sering diabaikan.
Kalau motor kalian punya rasio kompresi tinggi (misalnya 10:1 ke atas), tapi masih diisi Pertalite atau BBM RON rendah, maka pembakarannya gak maksimal.
Akibatnya, tenaga motor terasa lemah dan konsumsi bensin malah meningkat.
Tips:
Cek rasio kompresi motor di buku manual atau internet.
Gunakan BBM sesuai rekomendasi — untuk motor injeksi modern, minimal pakai RON 92 (Pertamax atau setara) agar pembakaran lebih efisien.