F1 2025 Las Vegas: 19 Tahun di F1, Lewis Hamilton Cetak Rekor Terburuk. Tak Cocok Dengan Budaya Kerja Ferrari?

Sabtu, 22/11/2025 21:45 WIB
Rulin purba


Lewis Hamilton (Inggris/Inggris). (Foto: getty-f1)
Lewis Hamilton (Inggris/Inggris). (Foto: getty-f1)

mobilinanews (AS) - Main di trek F1 sejak 2007 atau 19 tahun silam, Lewis Hamilton sudah mencetak berbagai rekor. Termasuk menyamai rekor 7 gelar juara dunia yang dikoleksi Michael Schumacher. 

Schumacher berjaya bersama Ferrari dengan memetik 5 dari 7 gelarnya. Sebaliknya Hamilton sungguh menderita sejak pindah dari Mercedes ke Ferrari tahun ini. Benar-benar terpuruk, sangat jauh dari impian untuk mencetak rekor baru 8 gelar dunia.

Dari 21 perhelatan F1 2025 tak sekalipun driver Inggris itu naik podium. Saat ini ia pun hanya bertengger di peringkat 6 kejuaraan dunia dengan total poin 148. Rekan setimnya, Charles Leclerc,  berada di P5 tetapi dengan jumlah poin yang jauh lebih besar, 214.

Terbaru dan terburuk terjadi di GP Las Vegas. Hamilton bukan hanya gagal keluar dari phase Q1 kualifikasi,  tetapi juga mendapatkan starting grid ke-20. Artinya, ia akan mengawali raceday Sabtu (22/11) malam waktu lokal atau Minggu (23/11) siang dari urutan start paling belakang.

Padahal dalam 3 sesi latihan sebelumnya, Ferrari SF25 yang ia piloti tampak cukup kuat untuk mencapai phase Q3 alias 10 Besar start terdepan.  Nahas, hujan di saat kualifikasi membuat mobilnya tak berdaya. Kehilangan grip plus masalah pada satu roda depannya, membuat proses pengereman bermasalah.

"Saya benar-benar tak punya kata-kata untuk hal itu. Saat FP3 punya kecepatan  memadai (P5) dan berpikir bisa menikmati hari baik, tapi justru hari terburuk. Tak ada lagi yang lebih buruk dari ini," tukasnya, dikutip dari media resmi F1.

Start dari posisi buncit merupakan kali pertama dialami Hamilton sepanjang 18 tahun karirnya. Itu rekor terburuknya. Buat Ferrari, ini posisi start terburuk sejak 2009.

Keterpurukan itu pun mengundang rasa prihatin Toto Wolff, Team Principal Mercedes yang juga sahabat Hamilton. Mercedes juga tim yang memberi 6 dari 7 gelar Hamilton, satunya bersama McLaren pada 2008.

Wolff yakin Hamilton belum kehilangan sentuhannya sebagai pembalap top F1. Ia hanya tak punya mobil kompetitif.

"Begitu ia punya mobil yang mampu bersaing, saya yakin ia akan bersaing dalam perebutan gelar," tukas Wolff yang terkaget-kaget saat Hamilton minta izin hengkang ke Ferrari justru tak lama setelah perpanjang kontrak dengan Mercedes. 

Permasalahan Hamilton bukan hanya performa SF25. Tapi, juga terkait dengan masalah kpmunikasi dan etos kerja di Ferrari yang ikut berperan dengan kelambatan adaptasi itu. 

Hamilton, kata Wolff, sudah sangat terbiasa berada dalam atmosfer kerja dan budaya Inggris saat di McLaren dan Mercedes. Semuanya harus berubah saat gabung di Ferrari yang terkenal dengan kru dan budaya kerja Italia.

"Itu membuatnya seperti ikan yang keluar dari air," ucap pria Austria yang beristrikan orang Inggris itu lewat Sky TV.

Pepatah Wolff sungguh mengenai. Seperti ikan tanpa air, megap-megap. Begitulah kondisi Hamilton saat ini di blantika Formula One.

Mungkin saja dugaan Wolff benar karena memang banyak orang Inggris yang ngeper  untuk pindah ke Ferrari. Salah satu contoh terbarunya adalah desainer kondang Adrian Newey. Ia memilih gabung tim Aston Martin di Inggris ketimbang memboyong istri yang ia ragukan bakal betah di Italia. 

Tapi, itu juga bisa dianggap salah jika mengambil contoh Schumacher (Jerman) dan Leclerc (Monaco). Keduanya betah bertahun-tahun di Ferrari. (r)

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini