F1 2026: Pintu Belum Tertutup, Bos Red Bull Janjikan Kesempatan Kedua bagi Yuki Tsunoda

Minggu, 28/12/2025 14:43 WIB
bagas


Laurent Mekies dan Yuki Tsunoda (Foto: Red Bull)
Laurent Mekies dan Yuki Tsunoda (Foto: Red Bull)

Mobilinanews (Jakarta) - Dinamika internal Red Bull Racing kembali memanas setelah Laurent Mekies, Prinsipal Tim, mengungkapkan betapa beratnya proses pengambilan keputusan yang berujung pada penurunan status Yuki Tsunoda.

Pembalap asal Jepang yang telah menjadi bagian integral dari keluarga Red Bull selama beberapa musim ini harus merelakan kursi balapnya setelah sebuah periode yang penuh dengan tekanan dan fluktuasi performa.

Keputusan tersebut bermula dari efek domino yang dipicu oleh kepergian Sergio Perez pada akhir 2024 lalu. Dimana saat itu, Liam Lawson mendapatkan promosi instan untuk mendampingi Max Verstappen.

Namun, kerasnya persaingan di tim papan atas membuat Red Bull melakukan strategi "tukar guling" hanya setelah dua balapan awal musim 2025, yang mengirim Tsunoda ke kursi utama Red Bull dan mengembalikan Lawson ke tim junior, Racing Bulls.

Sayangnya, kesempatan emas bagi Tsunoda di tim utama tidak berbuah manis. Sepanjang kampanye yang menantang, ia kesulitan menaklukkan mobil Red Bull yang dikenal memiliki karakteristik pengendalian yang sangat spesifik dan sulit.

Tsunoda menutup musim di posisi ke-17 klasemen pembalap, dengan raihan terbaik hanya finis di P6 pada GP Azerbaijan. Performa yang tidak konsisten ini akhirnya memaksa manajemen mengambil langkah drastis menjelang seri penutup di Abu Dhabi.

Mulai musim 2026, posisi Tsunoda akan digantikan oleh talenta muda Isack Hadjar. Hal ini menandai babak baru bagi pembalap berusia 25 tahun tersebut, yang kini beralih peran menjadi pembalap penguji dan cadangan bagi kedua tim milik Red Bull.

Laurent Mekies mengakui bahwa memutuskan masa depan Tsunoda adalah salah satu tugas tersulit yang harus dihadapi, mengingat kursi kedua Red Bull bukan sekadar tempat duduk bagi pembalap, melainkan salah satu tantangan paling berat di grid Formula 1 (F1).

“Ini keputusan yang sangat sulit untuk diambil. Kursi kedua bukanlah posisi yang mudah. Kami memiliki mobil yang sulit untuk dikendarai. Dan tentu saja, kami telah mencoba segala hal yang kami bisa untuk mendukung Yuki,” ucap Mekies, Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, tim telah mengupayakan segala cara untuk mendukung adaptasi Tsunoda, namun, mereka harus membuat keputusan strategis jangka panjang. Meski demikian, Mekies tetap optimis bahwa karier balap Tsunoda di F1 belum sepenuhnya berakhir.

“Pada tahap tertentu, kami harus membuat keputusan sulit berdasarkan ke mana arah yang kami lihat untuk tahun-tahun mendatang. Saya rasa, Yuki akan mendapatkan kesempatan lain. Dia akan menjadi pembalap cadangan bersama kami tahun depan,” terangnya.

Kepercayaan diri Mekies didasarkan pada ketangguhan mental yang pernah ditunjukkan Tsunoda sebelumnya. Ia mengenang bagaimana pada akhir 2024, Tsunoda sempat merasa hancur ketika Lawson lebih dulu mendapat promosi.

Namun, Mekies meyakini bahwa kemunduran saat ini hanyalah sebuah jeda dalam karier Tsunoda, mengingat Red Bull memiliki sejarah panjang dalam mengambil keputusan pembalap yang cepat dan tak terduga.

"Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Saya ingat satu momen, di akhir musim 2024, Yuki membalap dengan sangat baik. Sangat sulit baginya untuk menerima kenyataan bahwa Liam yang mendapatkan promosi ke Red Bull Racing,” paparnya.

Dia menjalani masa jeda musim dingin dengan pikiran apakah dia akan mendapatkan kesempatan itu suatu hari nanti atau tidak? Namun dia kembali, tiga balapan setelahnya, dia sudah membalap untuk tim Oracle Red Bull Racing tersebut,” tambahnya.

Bagi Tsunoda, tahun 2026 akan menjadi ujian kesabaran dan profesionalisme di balik layar. Dengan statusnya sebagai pembalap cadangan, ia harus tetap siap sedia jika peluang mendadak muncul.

Kendati demikian, Red Bull memberikan pesan yang jelas bahwa meski ia keluar dari grid utama untuk saat ini, pintu menuju kokpit jet darat tetap terbuka lebar bagi mereka yang mampu bangkit dari kegagalan.

“Jadi, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun saya yakin dia (Tsunoda) memiliki potensi besar dalam dirinya yang akan memungkinkan dia mendapatkan kesempatan lain,” pungkas Mekies.

Tag

Terpopuler

Terkini