Siap Guncang Dunia, Veda Ega dan Ramadhipa Kantongi `Jimat` Motivasi dari Sri Paduka Paku Alam X

Selasa, 30/12/2025 08:36 WIB
bagas


Veda Ega Pratama (kiri) dan Muhammad Kiandra Ramadhipa (kanan) (Foto: Humas Jogja)
Veda Ega Pratama (kiri) dan Muhammad Kiandra Ramadhipa (kanan) (Foto: Humas Jogja)

Mobilinanews (Jakarta) - Dua pembalap muda berbakat asal Yogyakarta, Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, kini resmi memikul restu serta harapan besar dari Bumi Mataram untuk menggebrak panggung balap internasional pada musim 2026.

Kehadiran mereka di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, disambut langsung oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sebuah pertemuan penuh motivasi pada Selasa (23/12) kemarin.

Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial bagi kedua talenta ini sebelum bertolak menghadapi persaingan sengit di lintasan dunia.

Sri Paduka, yang juga merupakan seorang pecinta otomotif, memberikan apresiasi mendalam serta tali asih melalui KONI DIY sebagai simbol dukungan nyata pemerintah daerah terhadap prestasi yang telah mereka torehkan.

Bagi Sri Paduka, Veda dan Ramadhipa adalah sebuah potret nyata bahwa hobi yang digeluti dengan disiplin tinggi dan proses yang benar mampu bertransformasi menjadi prestasi yang sangat membanggakan.

Beliau menekankan agar kedua pembalap ini menjadi kompas bagi generasi muda Yogyakarta serta berharap kesuksesan mereka dapat menginspirasi anak muda lainnya untuk menyalurkan gairah kecepatan ke jalur yang resmi, aman, dan bertanggung jawab.

“Selamat Veda dan Ramadhipa. Saya berharap kalian menjadi role model bagi generasi muda DIY. Hobi bisa menghasilkan prestasi, tidak hanya membanggakan orang tua tetapi juga DIY. Dari Yogyakarta untuk Dunia,” ungkap Sri Paduka.

Dengan semangat "Yogyakarta untuk Dunia", Sri Paduka mengingatkan bahwa menang dan kalah adalah bagian dari proses, namun konsistensi dalam berlatih dan berdoa adalah kunci untuk tetap bertahan di level tertinggi.

“Teruslah berlatih, tetap ngegas, dan jangan lupa banyak berdoa. Jadilah contoh bagi anak-anak muda lainnya yang ingin ngebut, tetapi ngebut yang benar. Jaga kesehatan, karena menang dan kalah adalah bagian dari proses,” imbuhnya.

Veda Ega Pratama, pembalap asal Gunungkidul yang bersiap melakukan debut di ajang bergengsi MotoGP tepatnya di kelas Moto3 2026 bersama Honda Team Asia, mengaku sangat termotivasi oleh wejangan tersebut.

Menyadari tantangan fisik dan mental yang jauh lebih berat, Veda kini tengah meningkatkan porsi latihannya. Ia memandang dukungan dari pimpinan daerah sebagai bekal ilmu yang sangat berharga untuk menjaga mentalitas juaranya di kancah global.

“Kesempatannya luar biasa bisa bertemu dengan Kanjeng. Banyak motivasi yang membuat saya lebih semangat. Ini ilmu sangat berharga untuk ke depan,” tutur Veda yang telah naik kelas usai menjadi juara dunia Red Bull Rookies Cup 2025.

Senada dengan rekannya, Muhammad Kiandra Ramadhipa juga menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung di ajang Red Bull Rookies Cup 2026 dengan memasang target ambisius untuk menembus posisi tiga besar dunia demi mengharumkan nama Yogyakarta.

“Sri Paduka memberi motivasi. Targetnya tentu lebih baik dari tahun ini, dan insyaallah bisa masuk top 3 untuk membawa nama Yogyakarta lebih dikenal, Saya harus memanfaatkan kesempatan tahun depan,” tegas pembalap asal Sleman ini.

Kendati demikian, kini, jalan panjang menuju podium dunia telah membentang di depan mata. Restu dari Sri Paduka dan masyarakat Yogyakarta menjadi bahan bakar tambahan bagi Veda dan Ramadhipa untuk terus memacu adrenalin di sirkuit internasional.

Lebih dari sekadar mengejar kecepatan di lintasan balap, perjuangan kedua ksatria aspal ini adalah misi untuk membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu bersaing secara elegan di level tertinggi.

Tag

Terpopuler

Terkini