Mobilinanews (Arab Saudi) - Sejarah baru tercipta di tengah hamparan pasir gersang Arab Saudi saat bendera Merah Putih berkibar paling tinggi, tepatnya di kategori Classic pada gelaran Reli Dakar 2026.
Shammie Baridwan, pereli asal Indonesia yang tampil memukau sepanjang kompetisi, akhirnya menuntaskan penantian panjang para pecinta otomotif tanah air dengan memenangkan Etape 11.
Kemenangan ini bukan sekadar keberhasilan mencapai garis finis tercepat, melainkan pernyataan bahwa pereli Indonesia mampu bersaing dan mendominasi di salah satu ajang balap paling brutal dan menantang di muka bumi.
Etape 11 dikenal sebagai salah satu rute paling teknis dan melelahkan dalam kalender reli tahun ini dengan jarak tempuh hingga 882 kilometer yang menyajikan kombinasi medan pasir lembut, navigasi yang menyesatkan, hingga bebatuan tajam.
Shammie yang mengandalkan Toyota Toyota Land Cruiser HJZ 78 bersama navigatornya, Ignas Daunoravicius, berhasil menunjukkan kematangan luar biasa dalam menjaga ritme kendaraan sekaligus meminimalisir kesalahan navigasi yang kerap menjebak pereli lainnya.

“Stage 11 sudah selesai. Terima kasih (atas kemenangannya). Tapi kami benar-benar lelah. Karena kita harus fokus setiap saat, setiap menit. Kami menang stage ini. Akhirnya. Besok akan lebih baik lagi. Terima kasih semua,” ujar Shammie dalam vlog bersama Ignas.
Keberhasilan di Etape 11 ini merupakan akumulasi dari perjuangan Shammie yang sempat mengalami pasang surut sejak awal reli.
Memulai debutnya dengan hasil impresif di posisi tiga besar klasemen sementara hingga menghadapi tantangan berat di etape-etape pertengahan yang sempat menguras fisik dan mengancam posisi klasemennya.
Namun, di Etape 11, ia tampil dengan strategi yang jauh lebih agresif namun tetap terkontrol. Kejelian dalam membaca roadbook dan keberanian mengambil risiko di sektor-sektor sulit menjadi kunci utama yang membuatnya unggul.
Atmosfer di paddock kategori Classic seketika riuh saat catatan waktu Shammie dikonfirmasi sebagai yang tercepat hari itu. Bagi Shammie, kemenangan ini merupakan perwujudan mimpi besar yang ia persiapkan bersama tim Compagnie Saharienne.

Tidak hanya soal kecepatan mesin, Shammie juga menekankan betapa pentingnya menjaga stamina di bawah terik matahari yang menyengat serta debu tebal yang seringkali menutupi jarak pandang. Fokus dan kesabaran menjadi senjata rahasianya untuk tetap tenang.
“Hari bersejarah untuk Compagnie Saharienne, untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, kami memenangkan panggung Dakar Classic dengan mobil 766, didorong oleh Samie dan Ignas, yang juga menuliskan nama mereka ke dalam sejarah,” ucap tim, Kamis (16/1/2026).
Pencapaian bersejarah ini sekaligus menempatkan Shammie Baridwan sebagai pereli Indonesia pertama yang mampu memenangkan etape di ajang Reli Dakar yang merupakan salah satu ajang reli terganas di dunia.
Bersama rekan senegaranya, Julian "Jeje" Johan yang juga tampil solid, Shammie telah membuktikan bahwa keterlibatan Indonesia di kancah reli internasional bukan lagi sekadar pelengkap.
Kemenangan di Etape 11 ini menjadi modal kepercayaan diri bagi Shammie untuk menutup rangkaian Reli Dakar 2026 dengan hasil akhir yang maksimal, sekaligus menginspirasi generasi baru pembalap Indonesia untuk berani menaklukkan dunia melalui reli dakar.