F1 2026 Tes Bahrain: Menyangkut Keselamatan, Bos McLaren Persoalkan Regulasi Baru

Senin, 16/02/2026 23:06 WIB
Rulin purba


Andrea Stella (Team Principal McLaren)
Andrea Stella (Team Principal McLaren)

mobilinanews (Bahrain) - Tes terakhir F1 2026 berlangsung 18-20 Februari ini di Bahrain sebelum masuk race pembuka GP Australia pada 6-8 Maret. Tapi, masih banyak PR yang harus dilakukan FIA.

Penerapan regulasi baru di F1 banyak menjadi sorotan. Soal rasio kompresi mesin Mercedes yang dipertanyakan 4 tim rival dan soal beberapa pembalap yang kecewa dengan karakter mobil F1 tahun ini dengan konsep hybrid yang 50% tenaganya berasal dari baterai listrik. 

Kini datang maslah baru, dari Team Principal McLaren Andrea Stella. Buka  soal.kecrpatan tapi menyangkut keselamatan.

Sepanjang tes 3 hari pekan lalu di Bahrain, Stella sudah mengamati dan mengidentifikasi beberapa hal yang menurutnya bisa berbahaya.

Kepala tim McLaren, Andrea Stella, sangat ingin melihat F1 menerapkan perbaikan cepat pada unit daya baru setelah mengidentifikasi masalah yang menurutnya "berbahaya".

Para pembalap menilai mobil denganbrwgulasi baru ini hsrus dikendarai dengan cara yang jauh berbeda dari sebelumnya. Sebagian besar karena peningkatan output listrik yang sekarang porsijya sama-sama 50% dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu metode untuk memulihkan energi adalah dengan melepaskan pedal gas jauh sebelum zona pengereman. Menurut  Fernando Alonso (Aston Martin)  kecepatan harus turun sekitar 50 km per jam di zona tikungan cepat untuk mengisi ulang baterai. Inilah yang menurut  Stella dapat menciptakan situasi berbahaya selama grand prix.

Manajemen energi seperti itu pulalah yang membuat Max Verstappen (Red Bull Ford) menyebut mobil.balap tahun ini bukan F1, tapi Formula E. Lewis Hamilton (Ferrari).pun menyebutnya eeperti mobil GP2 yang sekarang dikenal.demgan nama F2.

“Berbahaya bagi mobil di belakangnya. Ada solusi teknis sederhana yang dapat memperbaikinya,” kata Stella lewat jumpa pers di Bahrain dan ia juga mempertanyakan alokasi waktu di starting grid yang juga berpotensi crash saat semua mobil meluncur di saat bersamaan.

Kekhawatiran lain yang muncul termasuk berapa lama waktu yang dibutuhkan mobil untuk berada di posisi siap lepas landas dari garis start.

Stella menegaskan bahwa menerapkan langkah-langkah yang mengutamakan keselamatan jauh lebih penting daripada potensi dampak pada performa yang mungkin ditimbulkannya.

"Kita tidak sedang membicarakan seberapa cepat Anda di sesi kualifikasi, kita tidak sedang membicarakan 'berapa kecepatan balapan Anda. Kita sedang membicarakan keselamatan di grid. Ada beberapa topik yang jauh lebih penting daripada kepentingan kompetitif."

Regulasi baru memang diharapkan FIA untuk membuat balapan semakin kompetitif, seru dan menghibur. Tapi seperti kata Stella, keselamatannharus ditempatkan di atas segalanya. (r)

Tag

Terpopuler

Terkini