Mobilinanews (Jakarta) - Dunia otomotif Tanah Air mendadak dihebohkan oleh keluhan tajam seorang konsumen EV. Pengalaman pahit tersebut dialami langsung oleh influencer ternama, Aa Juju, saat mengoperasikan unit Hyundai Ioniq 5 kesayangannya.
Masalah serius bermula ketika pengisian daya cepat atau pengisian DC kilat tidak berfungsi. Sistem secara mengejutkan menolak arus tegangan tinggi, sehingga pemilik terpaksa memakai pengisian lambat AC arus bolak-balik.
Tak berhenti di situ, derita berlanjut saat kendaraan listrik seharga ratusan juta tersebut mendadak mati total. Seluruh sistem kelistrikan mogok secara mendadak saat hendak digunakan untuk menunjang aktivitas kerja harian.
Pemeriksaan awal oleh tim teknisi mengungkap bahwa aki bantu bertegangan 12 Volt mengalami pengosongan daya drastis. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas penguncian darurat saat mobil ditempatkan dalam posisi parkir paralel.

tangkapan layar
“Ini mobil bikin gue sampai berobat ke psikolog karena bikin gue stres. Udah gitu aftersales-nya juga bikin gue sangat stres,” ungkap Aa Juju, Influencer & Konsumen Hyundai Ioniq 5 dalam video unggahannya.
Secara teknis, fitur pengereman parkir paralel memaksa komputer kendaraan tetap aktif terus-menerus. Akibatnya, arus baterai sekunder terus tersedot habis walau mesin utama berada dalam kondisi padam atau tidak aktif.
Petaka kendaraan listrik ini berlanjut pada komponen interior cerdas layar utama atau head unit. Layar pusat informasi dan kendali mendadak mati total dan tidak merespons perintah input dari sang pengemudi sama sekali.
Proses perbaikan pun menuai kritik tajam karena dinilai memakan waktu yang sangat berlarut-larut. Teknisi lapangan dilaporkan kewalahan mencari sumber kerusakan sistem komunikasi data modul elektronik pada unit tersebut.
Pemilik kendaraan bahkan harus secara mandiri mencari solusi teknis darurat via panduan internet. Langkah mandiri tersebut diambil karena penanganan resmi di lokasi dinilai lambat dan kurang memiliki respons efektif.
“Udah ngotak-ngatik kalah sama gue nyari di internet,” terang Aa Juju, Keluhan Layanan Aftersales

Sorotan tajam turut tertuju pada kualitas layanan purna jual atau aftersales dealer resmi. Komunikasi staf pemasaran dinilai sangat tidak responsif saat menerima laporan darurat gangguan teknis dari pihak konsumen.
Menanggapi gelombang kritik publik yang kian meluas, pihak pabrikan akhirnya resmi angkat bicara. Manajemen menyatakan permohonan maaf terbuka dan berkomitmen penuh mengusut tuntas masalah kelistrikan pada unit terkait.
"Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan," ucap Rouli Sijabat, Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi industri kendaraan listrik domestik. Edukasi komprehensif mengenai batasan fitur teknis dan kesiapan layanan darurat purna jual menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik.