motorinanews (Jakarta) - Sejak tarif Go-Jek naik (baca juga Tarif Go-Jek Di Jakarta Naik Mulai Hari Ini), rupanya diikuti dengan perubahan sistem kerja bagi drivernya. “Sudah 2 hari ini, saya hanya terima order khusus di sekitar pondok indah saja,” kata Hisam, pengemudi Gojek, kepada mobilinanews, Kamis (13/8).
Hal ini menurut Hisam membuat potensi pendapatan dari Go-Jek tidaklah sebesar sebelumnya. "Kalau sistemnya begini terus, kita ini gak ada bedanya dengan ojek pangkalan. Bedanya yah, kita diorder lewat smartphone," kata pria dari dua anak ini.
Sistem baru ini juga yang disinyalir telah membingungkan beberapa pengemudi go-jek. Beberapa di antara mereka akhirnya tidak mengambil muatan, dengan alasan jauh dari posisi mangkalnya, misalnya di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Padahal dengan "sistem baru" ini, para pengemudi go-jek tidak bisa mangkal di sembarang tempat, karena sudah diatur oleh sistem "pangkalan".
"Makanya saya heran juga pas dengar banyak pekerja, termasuk sekelas manajer dengan gaji sekitar tujuh jutaan per bulan memilih berhenti kerja untuk jadi go-jek. Usulan saya sih sebagai peminat, kalau mau coba jadi driver go-jek jangan lepas dulu pekerjaan utama. Coba saja dulu sebagai pekerjaan tambahan. Jadi go-jek memang sekarang memang masih enak, karena musim terang. Coba kalau sudah musim hujan, orang-orang mulai enggan kali naik gojek," pungkas Hisam.
Iya, juga yah... ada benarnya. Terima kasih informasinya, Pak Hisam.
Sukses selalu...