Tips Bersepeda Motor Aman Untuk Pengendara

Rabu, 07/10/2015 07:54 WIB
redaksi


motorinanews – Pada tahun 2014, Bennetts sebagai perusahaan asuransi sepeda motor terkemuka di Inggris mengeluarkan hasil survei, jika 87,9% dari pengguna sepeda motor dan skuter lebih bergembira berangkat ke tempat kerja dibanding menggunakan model transportasi lain, seperti mobil dan bus.

Survei tersebut melibatkan sekitar 1.000 orang komuter di wilayah Inggris Raya. Hasil survei itu juga menemukan fakta jika 67,8% dari partisipan bisa merasakan efek positif dalam bekerja, karena pengaruh pilihan model transportasi yang digunakan. Dalam hal ini tentu saja sepeda motor atau skuter. Beberapa manfaat yang didapatkan adalah pengguna sepeda motor dan skuter terlihat lebih tenang dan produktif dalam bekerja.

Dalam studi lain yang dilakukan oleh Kealton dengan dukungan sponsor dari motor Harley Davidson di Amerika Serikat pada tahun 2013, ditemukan fakta jika perempuan yang mengemudikan sepeda motor (baca: lady biker) ternyata lebih bergembira dibanding yang tidak.

“Mengendarai sepeda motor merupakan bentuk puncak ekspresi dan kebebasan, itulah mengapa perasaan para perempuan yang mengendarai sepeda motor lebih senang dalam kehidupannya secara umum,” kata Claudia Garber, director of woman’s outreach di Harley-Davidson.

Nah, buat Anda yang baru tertarik menggunakan model transportasi yang menyenangkan ini, berikut beberapa tips yang sebaiknya dipahami ketika bersepeda motor atau skuter:

Selalu Memperhatikan Situasi dan Kondisi Jalan

“Mengemudi adalah aktivitas full time job. Kalau sedang sakit atau sekedar iseng jangan berkendara,” kata Jusri Pulubuhu, Training Director dan Founder dari Jakarta Defensive Driving Consulting, dalam berbagai kesempatan.

Dalam hal ini Anda harus bisa melihat arah jauh yang dituju dan mengobservasi segala situasi yang terjadi. Beberapa rintangan di jalan yang bisa menyebabkan pengendara motor celaka dan cidera di antaranya pembatas jalan, lubang jalan dan pejalan kaki.

Mengemudi Motor/Skuter Harus Lebih Defensive

Dibanding mengemudikan mobil, mengendarai motor harus bisa lebih defensive. Dalam berbagai kesempatan, banyak pakar menyebut defensive ridinglebih terkait pada perilaku pengemudi kendaraan.

Pasalnya, dalam banyak kesempatan umum, banyak pengguna jalan yang tidak terlalu memperhatikan pengguna sepeda motor, meski kini sesuai regulasi yang berlaku agak terbantukan dengan keharusan menyalakan lampu utama pada saat berkendara sepeda motor atau skuter.

Selalu tanamkan kesadaran, jika insiden di sepeda motor memiliki potensi cidera serius bahkan kematian lebih tinggi dibanding menggunakan mobil. Untuk itu atensi dan kontrol Anda dalam berkendara harus lebih tinggi. Tidak hanya saat di jalan raya, namun juga dalam berbagai kondisi, seperti di lokasi parkir, jalan perbukitan dan SPBU.

Gunakan Perangkat Standar Keselamatan Berkendara

Selain helm dan sarung tangan, ada baiknya setiap pengendara juga jaket dengan pelindung dadan dan siku (baiknya yang telah dilengkapi fitur saluran udara untuk menghindari dehidrasi), serta pelindung lutut. Di pasaran, apparel ini mudah ditemukan dan umumnya menggunakan pelindung dari bahan kevlar.

Ada baiknya juga Anda menggunakan sepatu khusus bersepeda motor, dibanding model sneaker yang desain bawahnya umumnya licin.

Pemahaman Rambu-Rambu Jalan dan UU Lalu Lintas

Acap kali di jalan, kita melihat atau mengetahui pelanggar rambu jalan yang ditindak aparat, atau bahkan yang lebih fatal mengalami insiden fatal.

Hal ini tidak terlepas dari ketidaksadaran, kesengajaan, atau ketidaktahuan atas aturan rambu-rambu jalan dan UU Lalu Lintas yang berlaku.

Tag

Terpopuler

Terkini