mobilinanews (Jakarta) – Dunia kendaraan listrik (EV) lagi heboh. Kalau dulu kita sering mengeluh ngecas mobil listrik butuh waktu selama ditinggal tidur, BYD baru saja memberikan bocoran masa depan yang bikin geleng-geleng kepala. Pabrikan raksasa asal China ini dikabarkan sedang menyiapkan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) generasi kedua dengan daya monster: 1.500 kW.
Bayangkan, angka ini 1,5 kali lipat lebih bertenaga dibanding generasi sebelumnya yang baru rilis tahun lalu. Mari kita bedah apa artinya ini buat mobilitas kita.
Berdasarkan bocoran teknis yang beredar dari Carnewschina, sistem baru ini punya spek yang sangat agresif:
Daya Maksimum: Hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 Ampere.
Tegangan: Mendukung hingga 1.000 Volt DC.
Input Kapasitas: 2.100 kW (untuk menjaga kestabilan jaringan listrik sekitar).
Apa dampaknya buat kita? Menurut bocoran dari pengamat teknologi di China, charger ini bisa menambah jarak tempuh 400 km hanya dalam waktu 5 menit. Itu hampir sama dengan waktu yang Anda habiskan untuk memesan segelas kopi di rest area.
Langkah BYD ini seolah ingin menegaskan siapa raja di pasar EV. Sebagai perbandingan, mari kita lihat daya puncak para pesaingnya saat ini:
| Brand | Daya Pengisian (Peak) |
| Tesla (Supercharger V4) | ~500 kW |
| Li Auto | ~520 kW |
| Nio | ~640 kW |
| Xpeng | ~800 kW |
| Zeekr | 1.200 kW (1,2 MW) |
| BYD (Next-Gen) | 1.500 kW (1,5 MW) |
BYD jelas ingin melampaui standar "ultra-fast charging" yang ada saat ini dan langsung melompat ke level Megawatt.
BYD tidak cuma jualan alat, tapi juga ekosistem. Hingga akhir 2025, mereka sudah punya 500 stasiun kelas megawatt di 200 kota di China. Rencananya, tahun 2026 ini mereka akan membangun total 15.000 stasiun dengan skema tiga lapis:
Flagship: Stasiun utama dengan fasilitas lengkap.
Satelit: Pendukung di area strategis.
Komunitas: Akses mudah di dekat pemukiman.