mobilinanews (Inggris) - Talenta besar, reputasi sebagai juara dunia F2, juga bernama harum sebagai putra legenda F1 Michael Schumacher. Tapi, itu semua tak kunjung membawa Mick Schumacher kembali menjadi pembalap regular di F1.
Ia hanya sempat cicipi dua musim F1 pada 2021-2022 di tim Haas setelah menjadi juara dunia F2 2020. Dua musim berikutnya, 2023-2024, ia hanya menjadi test driver tim Mercedes.
Pada posisi itu bos Mercedes Toto Wolff mengakui peran Mick cukup besar membantu Lewis Hamilton dan George Russell di belakang layar lewat program simulator. Sebagai development driver ia juga turut berkontribusi dengan ide pengembangan mobil.
Tapi, itu hanya sebatas pujian tanpa makna buat Mick. Karena faktanya ia tidak dipromosikan menjadi permanent driver pada musim 2025 untuk gantikan Hamilton yang pindah ke Ferrari. Wolff lebih suka merekrut bakat muda Andrea Kimi Antonelli untuk mitra Russell tahun depan.
Ironisnya, tim Audi dan Alpine yang tadinya memberi harapan juga akhirnya batal memakai jasa Mick. Membuat Mick akhirnya memutuskan pergi dari skuad Mercedes sebagai tester.
Untuk musim 2025, ia memutuskan fokus pada kompetisi FIA World Endurance Championship (WEC) yang tahun ini sudah ia lakoni berbarengan dengan tugasnya di Mercedes. Ia juga akan ikut bergelut di kancah 24 Hours of LeMans.
"Saya ngetes mobil F1 tetapi tidak memakainya untuk balapan. Itu sesuatu yang berat dirasakan sebagai pembalap. Melihat mobil itu balapan tanpa saya di dalam kokpit. Tapi, dua tahun bersama Mercedes tentu banyak manfaat yang saya petik. Terutama yang terkait dengan aspek teknis,membuat saya punya pengalaman dan pengetahuan lebih banyak," kata anak muda 25 tahun itu.
Meski tak lagi sekaliber F1, Mick mengaku pilihan berkompetisi di WEC dan LeMans membuatnya benar-benar akan merasakan adrenalin sebagai pembalap. Menyalurkan rasa cintanya kepada kecepatan.
"Saya ingin kembali dan fokus 100% pada balapan," tandasnya.
Selain WEC dan LeMans, ia juga sudah punya agenda balap prestisius Race of Champions pada Maret 2025 di Australia. Ini balapan antar negara yang melibatkan para juara asal masing-masing negara. Mick akan berpasangan dengan legenda Jerman Sebastian Vettel, sang pemilik 4 gelar juara dunia F1.
Valtteri Bottas, mantan pembalap Mercedes pendamping Hamilton diprediksi menjadi pengganti Mick sebagai test driver Mercedes. Ia juga gagal masuk skuad Audi tahun depan meski dua musim terakhir berada di kubu Sauber yang nantinya menjadi tim Audi.(rn)