F1 2025: Dipecat Dari Red Bull, Ini Komentar Christian Horner Soal Ferrari

Rabu, 09/07/2025 22:10 WIB
Rulin purba


Christian Horner bersama Fred Vasseur (Ferrari), menanti pergantian. (Foto; motorsportweek)
Christian Horner bersama Fred Vasseur (Ferrari), menanti pergantian. (Foto; motorsportweek)

mobilinanews (Austria) - Setelah setahun lebih menjadi isu akhirnya Christian Horner terdepak dari kursi Team Principal Red Bull Racing (RBR). Apa sebabnya dan akan kemana selanjutnya?

Secara resmi RBR tak menyebutkan alasan pemecatan Horner. Tapi, sesungguhnya isu pemecatan itu sudah menyebar sejak tahun lalu kala Horner dituduh melakukan pelecehan oleh salah satu staf wanita di kantornya. 

Skandal itu salah satu sebab mengapa Adrian Newey tak lagi betah di timnya da  pindah ke Aston Martin. Tanpa desainer paling sukses di F1 itu, performa mobil RBR tahun ini jadi bulan-bulanan tim McLaren.

Isu lain, sejak wafatnya pendiri Red Bull Dietrich Mateschitzt,  puncak kekuasaan Red Bull Gmbh terpecah menjadi dua dan sama-sama berusaha menajamkan pengaruh.

Satu pihak di kubu Mark Mateschitzt yang adalah putra mahkota Dietrich.  Pihak satunya adalah kubu Chalerm Yoovidhya, pengusaha Thailand pemilik industri Krating Daeng yang menjadi mitra Dietrich membangun Red Bull dengan basis produk Krating Daeng.

Horner dikabarkan berpihak pada Yoovidhya. Sementara Senior Advisor Helmut Marko yang adalah sahabat karib Dietrich tentu saja berada di kubu Austria,  negaranya sendiri.

Setiap kali Red Bull Gmbh ingin mengambil tindakan kepada Horner, terutama saat isu pelecehan internal itu, Yoovidhya dikabarkan selalu berada di belakang Horner.

Pada GP Austria lalu, home race RBR, Yoovidhya dan Mark Mateschitzt hadir menonton. Keduanya kecewa nerat karena yang terjadi adalah "Hari Hitam" buat Red Bull karena tim mereka kalah tragis di rumah sendiri.

Saat itu De Telegraff menyebut Yoovidhya mulai muak dengan kandasnya kekuatan RBR sepanjang musim 2025. Sementara Horner di matanya mulai kehilangan arah. Dan, itu adalah pintu masuk untuk kubu Mark memecat Horner.

Kekalahan RBR di GP Inggris pekan lalu memperparah situasi Horner setelah ia menyebut tak lagi memikirkan gelar 2025 dan fokus pada 2026. Ia menyerah.

Kira-kira begitulah kronologi situasi Horner. Ia sebenarnya hanyalah sebuah pion di tengah 2 raja yang bertarung. Dan, tanpa backing-an Yoovidhya lagi, pemecatan itu pun berjalan mulus.

Ferrari Menanti

Sejalan dengan isu pemecatan Horner,  mulai beredar pula isu kalau Ferrari akan menampungnya. Menggantikan Fred Vasseur sebagai prinsipil tim yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi bos besar Ferrari John Elkann. Elkann sendiri yang ingin Horner yang tampil berkat suksesnya bersama RBR dengan 8 gelar juara dunia pembalap dan 6 juara konstruktror.

Isu pemecatan Horner sudah kencang sejak lamq. Tapi, isu terkait Ferrari baru muncul saat GP Spanyol lalu. Saat itu Horner mengakui Ferrari memintanya, tapi ia berkomitmen untuk setia pada RBR. 

Isu sama.merebak lagi di GP Kanada. Horner masih tunjukkan ĺoyalitasnya pada RBR.

Kini setelah resmi keluar dari RBR, potensibHorner akan bersanding dengan Ferrari kembali mencuat. Terlebih karena ia pernah berkomentar bahwa memimpin Ferrari itu susah karena mereka adalah tim nasional Italia di pentas F1. Terlalu banyak orang di jajaran atas dan semua punya masukan dan hak bicara. Termasuk media Italia dan tifosi.

Saya pikir masalah terbesar Ferrari adalah karena mereka milik nasional. Mereka perlu kembali menjadi tim balap," kata Horner pada musim 2023 lalu seperti dikutip dari motorsportweek. 

 "Dari sudut pandang orang luar, salah satu kekuatan kami (RBR) adalah kami bergerak cepat, kami membuat keputusan, dan kami menaatinya. Dan jika kami membuat keputusan yang salah, kami mengubahnya."

Kini ucapan itu sangat berarti ketika dirinya kembali dikaitkan dengan Ferrari. Jika Ferrari bisa kembali murni menjadi sebuah tim balap seperti masukan Horner maka sepertinya tinggal menunggu waktu resmi kapan Horner menggantikan posisi Fred Vasseur. (r)

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini