35 Tahun Eksis di Kancah Offroad, Tranka Offroad Team Gelar Reuni Tipis di Jakarta

Rabu, 23/07/2025 22:58 WIB
Rulin purba


Sebagian punggawa Tranka Offroad Team yang reuni kecil-kecilan di Jakarta.
Sebagian punggawa Tranka Offroad Team yang reuni kecil-kecilan di Jakarta.

mobilinanews (Jakarta) - Di tahun 1990-an, Tranka Offroad Team adalah salah satu tim elit di kancah offroad Indonesia, baik adventure maupun speed offroad. Sejumlah pembalap tangguh bergabung dalam tim ini.

Dikomandani Alex Pri Bangun, tim Tranka bukan hanya rajin bertanding di berbagai kejuaraan. Tapi, juga aktif sebagai penyelenggara Tranka Bali Offroad Touring yang secara besar-besaran berlangsung di Pulau Bali pada 1991 sampai 1995 dan dihelat bersamaan dengan pergantian tahun.

Event adventure yang ekstrem itu tak hanya menarik minat peserta lokal tetapi juga menarik perhatian komunitas offroad AS, Australia dan Jepang. Berkolaborasi dengan offroader Australia, tim Tranka juga sempat 2 kali membuat kegiatan adventure di Perth.

Sejumlah offroader top nasional bergabung dalam tim ini, baik untuk speed maupun adventure.  Selain Alex, nama lain yang akrab di kuping komunitas offroad Indonesia adalah Moh. Aprilianto alias Bobo, Irwan 'Gibet' Rachim, Hendrik Badu, James Sanger, Tommy Ernawan, Agus 'Budeg' Budiman, Wijaya Kusuma, Sigit Widyanto, Robert JAJ, Wawat dan Ade Bandung serta banyak anggota lainnya yang tersebar di Jakarta, Bali, Bandung, Medan, Palembang, Padang dan Pakanbaru.

Dalam tim ini juga bergabung beberapa jurnalis seperti Rulin Purba, Sukarman Mustakim, Ricky Dayoh dan (alm) Herry Barus. Hanya saja para jurnalis ini cuma ikutan event adventure karena ngaku tak berminat (atau tepatnya tak punya kemampuan untuk tarung) di gelanggang speed offroad).

Sebagian dari anggota tim ini pun menyempatkan diri ngumpul,  reuni tipis-tipis, di sebuah restoran di wilayah Ampera, Jaksel, pada Rabu (23/7). Sekalian merayakan hari ulang tahun Alex Pri Bangun ke-73, juga mensyukuri kiprah Bobo yang masih aktif berkompetisi dan meraih trofi. Terbaru ia menjuarai kelas G5 di Kejurnas Speed Ofroad, Cikembar, Sukabumi, beberapa hari silam.

"Sebenarnya tujuan utama adalah melampiaskan hasrat mengebut (di jalan raya sudah tak berani). Tapi, kalau hasilnya juara ya itu bonus," kata Bobo, pria jelang 60 tahun yang sejak SMP sudah bandel dan doyan  menggeber berbagai jenis jip.

Alex, didampingi istri tercinta Sophia, pun menyerahkan potongan pertama kue ultahnya kepada Bobo. Bukan saja karena ia masih terus mengukir prestasi sebagai juara, tapi juga karena di usia jelang senjanya Bobo masih bandel dan tampak jauh lebih muda dari usianya.

Alex senang karena anggota tim Tranka masih banyak yang aktif berkompetisi dan dalam kurun waktu 35 tahun ini silaturahmi kekeluargaan masih terjaga.

Masa 35 tahun itu terhitung sejak tim Tranka berdiri dan kemudian mengjelat event di Bali. Secara perorangan sebagian audah melakoni hobi offroad sejak era 1980-an.

Ditanya kesan paling mendalam pada kurun waktu itu, Alex menyebut event Tranka Bali Offroad Touring.

"Selain memikat atensi internasional, event ini juga membawa dampak positif. Rute survei dan trek kompetisi yang dibuka tim sekarang ini sebagian besar jadi jalan umum, bahkan jalan raya. Ada yang dinamai Jalan Tranka 1, 2 dan seterusnya," katanya.

Tentu saja dalam pertemuan singkat itu keluar lagi banyak cerita masa lalu di medan offroad. Yang seru adalah cerita-cerita kocak dan dramatis Irwan Gibet. Entah benar atau ngarang, cuma dia yang tahu.

Ya sudah, selamat buat Alex dan Bobo! Bravo Tranka! (r)

 

Tag

Terpopuler

Terkini