MotoGP 2025 Tes Misano: Yamaha V4 Memburuk, Francesco Bagnaia Kencang Pakai Aero 2024

Selasa, 16/09/2025 01:07 WIB
Rulin purba


Fabio Quartararo menguji Yamaha V4 untuk kali kedua. (Foto: gpone)
Fabio Quartararo menguji Yamaha V4 untuk kali kedua. (Foto: gpone)

mobilinanews (Italia) - Sehari tes resmi di Sirkuit Misano, Italia, Senin (15/9) diwarnai dengan banyaknya komponen baru yang diuji tim. Yang paling membetot perhatian adalah mesin V4 yang diusung Yamaha.

Duet tim pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins, turun langsung menguji V4. Jack Miller (Pramac Ducati) yang berpengalaman pakai mesin V4  bersama tim Honda, KTM dan Ducati, juga ikut dimainkan.

Hasilnya, ketiganya tak mencapai hasil yang diharapkan. Quartararo hanya bertengger di urutan  ke-16, Miller ke-17 dan Rins ke-20. Mereka bahkan kalah dengan Miguel Oliveira (Pramac Yamaha) yang finish P15 dengan menggunakan mesin lama four-inline.

Tadinya Quartararo berharap jika kalah setengah detik saja dari yang tercepat maka itu bakal membuatnya bahagia. Tapi, faktanya juara dunia 2021 ini kalah 1,2 detik dari Pedro Acosta yang jadi pembalap tercepat tes ini.

Quartararo pun curhat pada media. Ia mulai khawatir dengan proyek prestisius Yamaha dengan mesin V4-nya.

"Saya tidak melihat adanya peningkatan pada area yang benar-benar kami butuhkan," katanya.

Dibandingkan dengan tes perdananya dengan V4 lalu di Spanyol, Quartararo menyebut performa motor yang ia uji sekarang justru semakin buruk. Terutama di bagian depan saat motor bergerak di area tikungan.

Kalau pada tes sebelumnya ia bilang positif untuk V4, kini rider Prancis itu menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus dikebut Yamaha untuk meningkatkan performa mesin V4. Ia juga tegaskan tak masalah soal adaptasi dengan mesin itu.

"Masukan dari Jack (Miller) dan Augusto (Fernandez,  tester yang bawa Yamaha V4 dengan fasilitas wild card di GP San Marino relatif sama. Tak berarti itu semuanya baik. Yang saya rasakan justru lebih buruk dibandingkan Barcelona."

Namun, dalam beberapa aspek ia mengakui V4 punya potensi untuk dikembangkan dan  berharap hasilnya signifikan pada tes lanjutan nantinya.

"Saya tidak akan mengatakan dalam hal apa saja V4 kami punya potensi. Yang pasti masih perlu kerja keras dan panjang," tandasnya.

Seusai seri San Marino kemarin di sirkuit yang sama, hal senada ditekankan Fernandez. Bahwa secara spesifik ada potensi positif di  beberapa bagian. Tapi, secara keseluruhan mesin V4 masih butuh banyak sentuhan  untuk berkembang.

Daya tarik lainnya adalah Francesco Bagnaia /Ducati. Tim berusaha memberikan motor yang dibangun sedekat mungkin dengan spek Desmosedici GP24 seperri keinginan Bagnaia.. Selain   mesin, part lainnya dan terutama aero kit dibuat menyerupai barang yang tahun lalu digunakan Bagnaia.

Hasilnya positif. Juara dunia 2022 dan 2023 ini seperti menemukan kembali jati dirinya di atas Ducati. Pada sesi pagi, Bagnaia konsisten dengan posisi 5 Besar tercepat, bahkan sempat beberapa saat dengan posisi tercepat.

Ia pun mengakhiri sesi sore dengan senyum meski secara peringkat posisinya turun dari P5 ke P6. Belum diketahui apakah Bagnaia akan terus pakai spek ini sampai akhir musim, yang beberapa item tentunya harus disesuaikan dengan homologasi yang terdaftar sejak awal musim. (r)

Tag

Terpopuler

Terkini