Mobilinanews (Chile) - Toyota Gazoo Racing World Rally Team (TGR-WRT) kembali menegaskan dominasinya di ajang FIA World Rally Championship (WRC) 2025, kali ini dengan kemenangan gemilang di Reli Chile sebagai seri putaran ke-11.
Duet maut pereli Sebastien Ogier dan Elfyn Evans berhasil mengamankan finis satu-dua yang epik. Bukan sekadar tambahan poin, ini adalah kemenangan ke-103 bagi Toyota di WRC, menjadikannya pabrikan dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah ajang ini.
Tak hanya itu, finis satu-dua yang dramatis ini juga merupakan yang ke-30, menyamai rekor yang ada. Keberhasilan ini menempatkan Toyota di puncak klasemen reli, mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan tak tertandingi di lintasan.
Akhir Pekan Sempurna untuk Sang Legenda
Bagi Sebastien Ogier, Reli Cile adalah panggung yang sempurna untuk merayakan partisipasinya yang ke-200 di WRC. Bersama co-driver-nya, Vincent Landais, Ogier tidak hanya meraih kemenangan ke-66 dalam karirnya, tetapi juga mengamankan poin maksimal.
Namun, kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Pertarungan sengit antara Ogier dan Evans berlangsung sepanjang reli, di mana kondisi cuaca di hutan-hutan wilayah Biobío, Chile, terus berubah-ubah.

Hujan yang turun sebelum reli dimulai membuat efek `pembersihan jalan` menjadi minim, dan Evans memanfaatkannya dengan baik untuk memimpin di hari pertama. Namun, saat jalanan mengering, Ogier perlahan menyusul, menutup jarak ke puncak klasemen.
Saya sangat senang bisa meraih kemenangan lagi di Amerika Selatan dan pulang dengan poin maksimal. Saya rasa ini memang pantas didapatkan setelah kami kehilangan poin di Paraguay,” ucap Ogier mengutip keterangannya, Selasa (16/9/2025).
“Memimpin kejuaraan dengan sisa tiga reli juga jelas sangat positif. Saya juga sangat gembira untuk semua orang di Toyota Gazoo Racing karena kami bisa mencapai rekor kemenangan ini,” tuturnya.
Drama dan Ketegangan Hingga Garis Akhir
Hari kedua Reli Cile menjadi panggung bagi drama yang tak terduga. Evans kembali ke performa terbaiknya saat hujan lebat turun, merebut kembali posisi terdepan. Namun, Ogier membalas dengan hat-trick kemenangan etape, mengubah dinamika pertarungan.
Dengan hanya selisih 6,3 detik yang memisahkan mereka di hari terakhir, ketegangan memuncak. Ogier dan Evans saling berbagi kemenangan di dua etape pembuka, namun Ogier akhirnya membuat langkah besar di etape kedua terakhir.

Kemenangan ini memberinya momentum yang sangat krusial, dan dorongan tanpa kompromi di Power Stage yang sekaligus memastikan ia tidak hanya memenangkan reli, tetapi juga menguasai klasemen pebalap.
“Saya pikir kami sudah bekerja dengan sangat solid. Tentu saja saya ingin melawan Seb (Ogier) lebih keras di hari terakhir, tapi dia selalu sangat kuat dan sulit dikalahkan,” ungkap Elfyn Evans dalam siaran yang sama.
Dengan performa yang konsisten, pasangan Ogier-Landais telah mengumpulkan 5 kemenangan dan 3 podium dari 8 reli yang mereka ikuti musim ini. Sementara, Evans-Martin menjaga posisi mereka di urutan kedua klasemen pebalap, hanya terpaut dua poin.
Dominasi TGR semakin tak terbantahkan, dengan tim kini memimpin klasemen pabrikan dengan selisih 125 poin. Kemenangan ini tidak hanya menambah trofi, tetapi mengirim pesan kuat kepada para pesaing bahwa dominasi Toyota di WRC masih akan berlanjut.
“Ini adalah hasil luar biasa lainnya bagi kami. Bagi Toyota, kini memiliki kemenangan lebih banyak dari pabrikan mana pun di WRC adalah momen yang sangat istimewa,” pungkas Juha Kankkunen, Wakil Kepala Tim TGR-WRT.