F1 2026 China: Ada 8 Unit Mercedes. 2 Kencang, 6 Memble. Ada Permainan?

Jum'at, 13/03/2026 22:54 WIB
Rulin purba


George Russell (Inggris/Mercedes). (Foto: mercedes)
George Russell (Inggris/Mercedes). (Foto: mercedes)

mobilinanews (China) - Dominasi Mercedes di GP Australia berlanjut di GP China. Dua sesi Jumat (13/3) diborong duet George Russell dan Kimi Antonelli dengan finish 1-2.

Kedua driver tim pabrikan Mercedes itu akan mengawali balap pendek sprint race 19 laps pada Sabtu (14/3) esok. Diprediksi keduanya akan menang mudah lagi seperti di raceday GP Australia. 

Prediksi itu tergambar dari hasil kualifikasi untuk sprint race dimana W17 lagi-lagi unggul telak atas tim rival.

Kini isu baru muncul. Bukan lagi soal kompresi mesin yang diakali Mercedes seperti dugaan pabrikan Ferrari, Honda dan Audi. Isunya justru datang dari tim yang menjadi customer mesin Mercedes. Selain Russell dan Kimi, ada 6 unit mesin Mercedes lain yang tersebar di tiga tim McLaren,  Williams dan Alpine.

Para pemimpin ketiga tim itu pun bertanya-tanya apa yang membuat Russell sebegitu ganasnya padahal pakai mesin yang sama dengan Lando Norris dan Oscar Piastri di McLaren, dengan Carlos Sainz di Williams atau dengan Pierre Gasly di tim Alpine.

Prinsipil tim McLaren, tim juara dunia bertahan untuk pembalap dan konstruktor, mengaku bingung darimana kecepatan Russell datang. Ia juga mengeluhkan ketidakterbukaan data dari Mercedes. Dari pihak Williams pun muncul pertanyaan yang sama, seolah ada yang tersembunyi atau ada yang berbeda dari mesin untuk Russell/Kimi dan mesin untuk 6 unit lainnya.

Pertanyaan yang wajar.  Setelah menang telak di Australia,  kecepatan Russell dan Kimi di GP China masih terbilang edan. Norris sang juara dunia 2025 memang berada di posisi tercepat ketiga, tetapi jaraknya dengan Russell sebesar 0,6 detik, dengan Piastri 0,7 detik. Bahkan dengan pembalap senior Sainz mencapai gap 3,2 detik.  Padahal, sekali lagi, semuanya pakai mesin yang dipasok Mercedes dengan spek yang sama.

Menyikapi kegalauan para pelanggan mesinnya, Prinsipil Tim Mercedes Toto Wolff yang juga salah satu pemegang saham tim Mercedes F1 pun berkomentar santai.

"Tak ada yang aneh dari performa mesin kami. Saya pikir sangat jelas bahwa ketika Anda menerima regulasi baru (2026) maka banyak hal yang harus dipelajari (untuk mencari keunggulan)," katanya.

Ia menekankan bahwa Mercedes memberikan mesin dan pelayanan yang sama kepada para pelanggannya. Tetapi, soal bagaimana masing-masing pihak mengoptimalkan celah yang busa jadi keuntungan adalah persoalan yang berbeda. Terutama dengan pemanfaatan energi listrik yang dalam regulasi baru ini  mencapai 50% sebagai sumber energi.

Regulasi baru ini terdiri dari beberapa paket yang kompleks. Perbedaan kecil dalam hal mengintegrasikan paket itu melalui dukungan perangkat lunak, strategi dan  gaya mengemudi pembalap menurutnya bisa menghasilkan variasi hasil yang signifikan dalam kecepatan.

Nah, satu teka-teki sudah terjawab oleh Wolff, yakni perangkat lunak sebagai pendukung. Seperti halnya strategi dan driving style pembalap, maka hal-hal ini adalah rahasia tim masing-masing meski punya mesin yang sama.

Regulasi ini, imbuhnya,  adalah kumpulan dari banyak teka-teki. Seperti permainan, kuncinya pada bagaimana masing-masing tim memahami dan menyikapi teka-teki itu.

Russell pun memberikan jawaban blak-blakan soal keluhan tim pelanggan Mercedes. Masalahnya, katanya,  bukan terletak pada perangkat keras, tetapi pada seberapa efektif setiap tim menjalankan paket keseluruhan dari aturan baru..

“Tahun lalu kami memiliki mesin yang sama dengan mereka dan McLaren melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada kami dan mereka mengalahkan kami,” kata Russell.

“Sekarang McLaren memiliki mesin yang sama dengan kami, sama dengan Williams dan sama dengan Alpine, dan sejauh ini kami telah melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada mereka.”

“Jadi begitulah permainan ini berjalan," sindir Russell dan sepertinya cukup menohok lawan. (r)

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini