mobilinanews (Austin) - Jorge 'Martinator ' Martin sudah kembali ke level atas MotoGP usai terpuruk panjang musim 2025 lalu. Raja Sprint kembali pada dirinya usai memenangkan sesi Sprint Race GP Austin pada Minggu (29/3) dinihari WIB atau Sabtu (28/3) siang waktu lokal.
Start dari P7, Martin menggeber Aprilia RS-GP-nya dengan penuh percaya diri. Ia menyentuh garis finish sebagai juara setelah duel sengit dengan musuh lamanya, Francesco Bagnaia (Ducati) dalam beberapa lap terakhir.
Ia melewati proses panjang itu lewat drama yang terjadi sebelumnya. Dua-duanya dramatis.
Yang pertama saat pole sitter Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) ditubruk Marc Marquez (Ducati) pada lap ketiga, berakibat keduanya DNF.
Berikutnya menimpa rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi, yang tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 berkat dua kemenangan di GP Thailand dan Brasil.
Kedua anak buah Massimo Rivola itu terlibat perebutan posisi kedua di belakang Francesco Bagnaia (Ducati) yang memimpin balapan. Dengan manuver apik, Bezzecchi sukses menyalip rekannya. Namun, tak lama setelah itu, motor Bezzecchi hilang keseimbangan, terjatuh dan DNF. Membuat Martin kembali dalam posisi mengejar Bagnaia dan ia lakukan dengan cerdik. Ia menempel.Bagnaia dari bagian dalam T1, sedikit memepet yang memaksa Bagnaia tefleks menghindari senggolan dan dalam momen sekejap itulah Martin menyalip dan unggul hingga garis finish.
Itu kemenangan pertama Martinator sejak gabung Aprilia di awal musim 2025.
Ia senang. Saking senangnya drama lain menyusul kala ia lakukan victory lap. Saat berselebrasi dengan mengangkat tinggi roda depan motornya (wheelie), ia malah jatuh dan menggeletak di lintasan sampai kemudian bangkit dan coba berlari ke parc ferme sebelum diangkut safety car yang lewat.
Mendapuk 12 poin, Martin pun mendadak naik ke puncak klasemen sementara kejuaraan 2026. Yang tadinya kalah 11 angka dari Bezzecchi, kini balik unggul 1 poin.
"Saya sangat bahagia setelah semua yang terjadi sejauh ini. Ini sangat berarti untuk saya," ujar rider Spanyol itu yang tahun lalu sempat frustasi dan ingin membatalkan kontrak dengan Aprilia.
Kembalinya Martin ke baris depan membuat kompetisi tahun ini semakin.menarik. Tak hanya karena perang internal di Aprilia, tapi juga karena kini Aprilia punya dua jagoan untuk menantang Ducati di jalur kejuaraan dunia.
Bezzecchi kudu waspada karena Martin dikenal sebagai pembalap paling konsisten di sesi sprint race. Saat menjuarai musim 2024, ia mengalahkan Bagnaia dengan perolehan poin yang signifikan dari sprint race.
Untuk.musim ini pun hal sama sudah diperlihatkan Martin. Dari total 57 poinnya saat ini, ia memetik 24 poin diantaranya dari hasil finish P5, P3 dan P1 di Thailand, Brasil dan Austin.
Di pihak lain Bezzecchi baru sekali finish poin tahun ini, yakni P4 di Thailand dengan jumlah poin 6 saja.
Dan, persaingan mereka pun bakal sengit dalam main race Austin pada Minggu (29/3) ini atau Senin (30/3) subuh di Indonesia. Pasalnya, Bezzecchi dihukum mundur 2 posisi di starting grid nanti lantaran dianggap menghalangi laju Marc Marquez di sesi kualifikasi.
Dari P2 ia akan turun ke P4. Semakin dekat dengan Martin yang tetap berada di P7.
Menarik menunggu, akankah Martin bertahan di puncak klasemen atau hanya sehari menjadi penguasa? (r)